Latest Post


 Tinjau IPA: Dirut Perumda Air Minum Kota Padang meninjau IPA Kamis (12/3), untuk memastikan distribusi air lancar saat Lebaran 1447 Hijriyah.

 

Sawahan, Beritaone–Menjelang dan selama Lebaran, kebutuhan air bersih masyarakat meningkat. Perumda Air Minum Kota Padang memastikan ketersediaan air bersih yang cukup bagi pelanggan pada momen Idul Fitri.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal turun langsung meninjau sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan intake yang ada di Kota Padang, Kamis (12/3).

Tinjauan itu untuk memastikan proses produksi dan distribusi air bersih tetap berjalan lancar dan berkelanjutan selama Ramadhan sampai libur Lebaran. Sebab biasanya kebutuhan air bersih masyarakat meningkat signifikan untuk persiapan Lebaran dan kumpul keluarga saat libur Lebaran. Termasuk untuk pelanggan dunia usaha seperti rumah makan, restoran, laundry dan lainnya.

Hendra Pebrizal mengecek langsung kondisi instalasi, kapasitas produksi, serta kesiapan petugas di lapangan. Walau libur Lebaran, petugas di lapangan tetap siaga. Ia menegaskan, ketersediaan air bersih bagi masyarakat harus tetap terjaga dalam segala situasi.

“Kami ingin memastikan seluruh sistem produksi dan distribusi air berjalan optimal. Selama Ramadhan hingga libur Lebaran kebutuhan air masyarakat meningkat. Untuk itu pelayanan harus tetap optimal dan tidak ada gangguan,” ujarnya.

Selain meninjau instalasi pengolahan air, Hendra Pebrizal juga memastikan kesiapan tim teknis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan. Mulai kerusakan jaringan hingga potensi penurunan debit air akibat musim kemarau.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap bijak menggunakan air. Selalu punya cadangan air di rumah, baik untuk menghadapi Lebaran maupun musim kemarau.

 “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mencadangkan air di rumah sebagai langkah antisipasi sewaktu-waktu air mati,” imbaunya.

Pihaknya berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dan merayakan Lebaran dengan nyaman tanpa khawatir terhadap ketersediaan air bersih.

Jika pelayanan terganggu, pelanggan bisa menghubungi call center yang baru maupun lewat aplikasi Kaba Aia. (yan)

 


 Naik: Pedagang sayuran di Pasar Bandaaie Pasia Nantigo Padang melayani pembeli Selasa (17/3). Beberapa hari jelang Lebarang harga sejumlah komoditas naik.


Padang, Beritaone—Tiga hari jelang Lebaran harga buncis di sejumlah pasar tradisional di Kota Padang naik. Kenaikan ini seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

Andi, pedagang sayur di Pasar Bandaaie Pasie Nantigo Kecamatan Kototangah Padang, mengatakan mendekati Lebaran, harga buncis naik 50 persen dibandingkan sebelumnya.

“Kemarin harga buncis masih Rp 10 ribu sekilo, hari ini naik menjadi Rp 15.000 per kilogram,” ucapnya saat melayani pembeli di Pasar Bandaaie Pasie Nantigo, Selasa (17/3).

Menurut Andi, siklus harga buncis selalu naik jelang Lebaran. Ini karena sayur buncis diburu warga untuk membuat gulai lontong sayur untuk sajian saat Lebaran.

Andi mengatakan, tiap orang rata-rata beli 1 hingga 2 kilogram buncis. Paling sedikit ½ kilogram. Buncis yang dijualnya didatangkan dari dataran tinggi seperti Alahanpanjang dan  Bukittinggi.

Ana, salah satu pembeli mengatakan, sengaja beli buncis jauh-jauh hari sebelum harga naik tinggi. “Kalau beli dekat Lebaran harganya cenderung naik, persediaan sedkit dan kurang bagus,” ucapnya.

Selain buncis, harga tomat juga naik. Dari Rp 8 ribu sekilo jadi Rp 10 ribu per kilogramnya. Cabai merah naik sedikit dari Rp 40 ribu jadi Rp 44  ribu per kilogramnya. Bawang merah masih stabil berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogramnya. (yan)

 


 Pelayanan: Dua petugas Perumda Air Minum Kota Padang sedang melayani pelanggan lewat call center baru-baru ini. Selama libur Lebaran pelanggan bisa bayar tagihan via transaksi digital. 

 

Sawahan, Beritaone—Lebaran sebentar lagi. Libur lebaran menanti. Selama libur Lebaran, pembayaran tagihan air Perumda Air Minum Kota Padang secara offline tutup sementara. Pelanggan yang ingin membayar tagihan air bisa via online. Baik melalui M-Banking sejumlah bank maupun flatform pembayaran digital lainnya. Antara lain melalui LinkAja, Gojek, Shoppe,Grab, Tokopedia dan DANA.

Humas Perumda Air Minum Kota Padang Adhie Zein mengatakan, saat libur Lebaran 1447 Hijriyah kantor pelayanan Perumda Air Minum Kota Padang tutup sementara. Namun pembayaran tagihan tetap bisa dilakukan melalui transaksi ditigal.

“Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, kami informasikan kepada seluruh pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang, bahwa selama libur Lebaran tetap dapat dilakukan pembayaran tagihan air dengan mudah melalui layanan transaksi online,” ujarnya kemarin.

Adhie mengatakan, pelanggan dapat melakukan pembayaran melalui berbagai kanal pembayaran digital seperti mobile banking, internet banking, marketplace maupun loket-loket resmi yang bekerjasama dengan Perumnda Air Minum Kota Padang.  

“Melalui pembayaran online, pelanggan tetap dapat membayar tagihan kapan saja, dan dimana saja selama libur Lebaran,” ujarnya. Pelanggan dianjurkan membayar tagihan sebelum tanggal 20 setiap bulannya agar terhindar dari denda.

Update Aplikasi Kaba Aia

Adhie juga mengimbau kepada pelanggan untuk meng-update aplikas Kaba Aia untuk mendapatkan informasi yang akurat seputar pelayanan Perumda Air Minum Kota Padang.

“Untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan informasi yang  lebih cepat dan akurat kepada pelanggan, kami mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk melakukan update aplikasi Kaba Aia ke versi terbaru. Dengan melakukan update, Kaba Aia pelanggan dapat dengan mudah berbagai informasi layanan. Segera lakukan update aplikasi Kaba Aia melalui Play Store atau App Store. Tetap terhubung dengan layanan kami untuk mendapatkan informasi terbaru kami,” ajaknya. (yan)

 


 Sinergi: Kepala Perwakilan BI Sumbar M Abdul Majid Ikram bersama awak media usai diseminasi tentang upaya pengendalian harga besinergi dengan digitalisasi pembayaran selama Ramadhan 1447 Hijriyah di Kantor BI Sumbar Jalan Sudirman, Rabu (11/3). 

 

Padang, Beritaone--Perang Timur Tengah yang masih berkecamuk berdampak kepada kenaikan harga minyak dunia. Walau saat ini belum berpengaruh kepada harga minyak atau BBM di Indonesia namun tetap harus diwaspadai dan diantisipasi. Sebab pemerintah hanya menjamin stok BBM aman sampai Lebaran. Belum ada kepastian setelah Lebaran.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar M Abdul Majid Ikram mengatakan, bisa saja setelah Lebaran harga BBM naik atau tetap seperti saat ini. Karena sebagian BBM Indonesia juga diimpor dari Timur Tengah. Kalau harga minyak dunia naik tentu bakal terjadi penyesuaian harga BBM. Efeknya pengusaha juga akan mengkalkulasikan menaikkan harga barang dan jasa. Padahal harga BBM belum pasti naik.

“Ada tiga kemungkinan yang akan terjadi. Yakni harga minyak naik, tidak naik atau sama. Nah, ini akan diterjemahkan oleh pengusaha. Bahayanya di situ. Ini yang tidak diinginkan Bank Indonesia. Jika itu terjadi, inflasi akan meningkat,” ucapnya dalam acara diseminasi tentang upaya pengendalian harga yang besinergi dengan digitalisasi pembayaran selama Ramadhan 1447 Hijriyah di Kantor BI Sumbar Jalan Sudirman, Rabu (11/3).

Majid juga mengatakan, jika BBM naik akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Sumbar triwulan 1 yang ditargetkan sebesar 4 persen. Termasuk triwulan 2 nantinya.

Padahal Majid optimis ekonomi Sumbar tumbuh 4 persen di kuartal 1. Ini ditopang dari potensi perantau yang pulang kampung pada momen Lebaran tahun ini.

“Ratusan bahkan jutaan perantau mudik. Ini kesempatan kita meraih uang dari perantau yang pulang kampung. Minimal bawa uang Rp 500 ribu per orang maka jumlahnya sudah Rp 2,5 triliun. Dengan tambahan Rp 2,5 triliun plus konsumsi dari dalam bisa jadi Rp 5 triliun saya yakin akan naik," ujarnya.

Kemudian, lanjut Majid, salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Sumbar adalah CPO. " Harapan kami tidak ada problem permintaan CPO dari luar negeri terutama dari India, Pakistan, Banglades dan China," ujarnya.

Sementara untuk triwulan 2, kata Majid, belum bisa dipastikan. Sangat tergantung kepada kondisi geopolitik saat ini. Kalau perang berakhir dan jalur distribusi minyak dunia lancar bisa dipastikan tidak berpengaruh kepada harga BBM di dalam negeri dan di Sumbar sendiri. Karena pertumbuhan ekonomi Sumbar juga banyak dipengaruhi oleh transportasi darat.

Pengendalian Harga dan Digitalisasi saat Ramadhan

Majid mengatakan anomali saat Ramadhan harga bahan pangan naik padahal konsumsi turun karena siang hari umat muslim berpuasa. "Tapi karena mindset dari dulu kalau Ramadhan komsumsi lebih tinggi sehingga hargs barang naik. Nah ini harus diantisipasi. Kemarin kita sudah lakukan antisipasi. Harga naik tapi yang wajar," ujarnya.

Untuk menekan harga pasar agar tak naik tajam, BI Sumbar bersama Bulog dan pemerintah daerah merancang agar masyarakat tidak panik. Walau harga pasti naik tapi kenaikan masih wajar. Sehingga inflasi bisa negatif.

Memasuki Ramadhan, BI berkolaborasi dengan bulog menjual beras dengan harga terjangkau di Pasar Raya Padang. Selain membantu masyarakat juga memberikan pembelajaran kepada pedagang pasar agat tidak menaikkan harga terlalu tinggi. Tidak bermaksud mematikan pedagang karena beras yang dijual tidak banyak. Selanjutnya pada kegiatan pangan murah (GPM) selama Ramadhan kolaborasi dengan Bulog dan Pemko Padang menyasar 104 kelurahan di Kota Padang. Selain untuk pengendalian harga dan menekan inflasi sekaligus mendorong perluasan pembayaran digitalisasi melalui QRIS. Untuk menarik minat masyarakat, beli beras pakai QRIS dapat hadiah minyak goreng, bawan dan cabai merah.

Majid mengatakan, upaya pengendalian harga yang dilakukan menunjukkan hasil. Inflasi pada Februari 2026 tercatat 0,30 persen (month to month), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,68 persen pada periode yang sama. Pengendalian harga yang dilakukan sejak akhir tahun lalu turut berkontribusi terhadap deflasi pada Januari 2026, terutama dari komoditas cabai merah, bawang merah, dan beras.

Transaksi QRIS Meningkat Pesat

Sejalan dengan itu, perkembangan transaksi digital melalui QRIS di Sumbar menunjukkan tren positif. Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS tumbuh 109,60 persen secara tahunan, sementara nominal transaksi meningkat 77,38 persen.

Peningkatan tersebut didukung oleh bertambahnya jumlah pengguna dan merchant yang memanfaatkan sistem pembayaran digital tersebut. Januari 2026, jumlah pengguna QRIS di Sumatera Barat mencapai 977.803 pengguna, bertambah sekitar 8.094 pengguna dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini membuktikan semakin banyak masyarakat beralih ke transaksi QRIS.

Abdul Majid Ikram mengharapkan, pembayaran sistem nontunai seperti QRIS mendukung kelancaran transaksi masyarakattanpa repot membawa uang tunai ke mana-mana.

Bank Indonesia Sumbar bersama pemerintah daerah dan stakeholders terkait akan terus berkoordinasi dan kolaborasi untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong digitalisasi untuk memudahkan masyarakat selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.  (yan)

 

 

 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
IKLAN