Pelayanan PDAM Padang Hampir 100 Pulih Pascabencana
Padang, Beritaone—Dua bulan paascabencana Hidrometeorologi, pelayanan Perumda Air Minum Kota Padang sudah normal hampir mencapai 100 persen. Namun musim pascabanjir bandang terjadi pendangkalan sungai. Disebabkan sedimentasi dan kecilnya volume air dari hulu sungai. Sehingga air baku berkurang dibanding sebelumnya. Diperparah musim kemarau. Sejumlah intake debit airnya menyusut. Proses normalisasi sungai menggunakan alat berat menyebabkan air sungai keruh.
Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein mengatakan, intake yang terdampak kemarau yakni IPA Pegambiran, Paraku, Latung dan Lubukminturun.
“Sejak musim kemarau debit air sungai mengecil. Tapi karena ada turun hujan jadi dampaknya tidak terlalu signifikan kepada pelanggan,” ujarnya Jumat (11/2).
Dia juga mengatakan, saat ini pelayanan sudah normal 99 persen lebih. Sisanya sekitar 0,3 persen yang belum teraliri air masih dibantu dengan air tangki. Antara lain di kawasan Sisingamangaraja, Asrama Gantiang, Pancasila dan Raya Kuranji.
Adhie juga mengatakan, bagi pelanggan yang belum teraliri air pascabencana, maka pembayaran tagihan digratiskan termasuk retribusi sampah. “Ini berlaku untuk tagihan bulan Januari pembayaran bulan Februari 2026,” ujarnya.
Pihaknya meminta pelanggan untuk bersabar dan progres recovery terus dikebut. Sejumlah intake terdampak banjir bandang sudah pulih dan beroperasi normal. Intake yang dioperasikan darurat terus dioptimalkan agar berfungsi seperti sediakala seperti sebelum bencana.
Selain itu pelanggan terus diimbau agar menyetok air di wabah yang besar untuk persediaan jika sewaktu-waktu air mati. “Hemat memakai air dan cadangkan air untuk persediaan jika air mati,” imbaunya.
Sementara itu, sejumlah pelanggan yang masih terdampak, berharap air mengalir normal kembali menjelang Ramadhan. Sehingga saat bulan puasa tidak direpotkan karena air bersih tidak tersedia.
Sriyanti, salah satu penggan mengaku, air di rumahnya sejak bencana melanda sampai kini belum nyala. “Di tempat saya air belum mengalir sampai kini. Saya berharap bulan puasa pelayanan PDAM sudah pulih. Repot dan capek ngangkat air pakai ember dari mobil tangki. Apalagi bulan puasa nanti, gak kebayang deh,” ujarnya.
Pelanggan lainnya, Lia malah mengeluhkan air yang mengalir agak keruh. “Kok airnya masih keruh ya. Mudah-mudahan segera jernih lagi,” harapnya. (yan)



