Latest Post

Adhie Zein, Humas Perumda Air Minum Kota Padang 

 

Sawahan, Beritaone—Guna menjaga kualitas air yang akan didistribusikan kepada pelanggan, Perumda Air Minum Kota Padang melakukan pengurasan reservoir utara. Pengerjaan dilaksanakan Sabtu (21/2) dimulai pukul 09.00. Pengerjaan akan berdampak kepada terhentinya distribusi air untuk sementara waktu. Pelanggam terdampak meliputi Tabing, Linggarjati, Asrama  Haji, Dadok Tungguh Hitam, Siteba, Lubukbuaya, RSUD, Rumah Sakit Baiturahmah, Padangsarai, Lp Anakair dan sekitarnya.

Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein mengatakan, pengurasan reservoir PDAM bertujuan untuk menjaga kualitas, kebersihan, dan keamanan air yang didistribusikan ke pelanggan dengan membuang sedimen atau endapan kotoran di dasar tangki.

“Pembersihan rutin ini memastikan suplai air tetap sehat, mencegah kontaminasi, serta menjaga kinerja optimal infrastruktur penyaluran air bersih,” ujarnya Jumat (20/2).

Adhie juga mengatakan, kegunaan utama pengurasan reservoir PDAM yakni menjaga kualitas Air. “Membersihkan sisa-sisa kotoran, lumpur, dan endapan yang menumpuk di dasar reservoir agar air tetap jernih dan layak dikonsumsi,” jelasnya.

Selain itu, untuk perawatan rutin dan pencegahan. Yakni mencegah kerusakan instalasi dan potensi gangguan distribusi akibat penumpukan kotoran.

Manfaat lainnya untuk keamanan konsumsi. Yaitu memastikan air yang sampai ke rumah pelanggan tetap sehat dan bebas dari kontaminasi bakteri yang mungkin berkembang biak di tempat kotor.

Kemudian yang tak kalah penting, untuk peningkatan mutu pelayanan. “Sebagai bentuk tanggung jawab PDAM dalam memberikan layanan air bersih yang bersih, aman, dan berkelanjutan kepada masyarakat. Pengurasan ini merupakan bagian dari prosedur operasional standar (SOP) untuk memastikan fungsi penampungan air berjalan optimal,” ujarnya.

Pihknya mengimbau pelanggan untuk selalu menampung air untuk cadangan agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan lancar walau air mati. “Mohon maaf atas gangguan yang terjadi. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih,” ucapnya. (yan)

 


 Pelepasan rombongan mobil kas keliling penukaran uang baru untuk Lebaran ke sejumlah kabupaten kota di Sumbar Kamis (19/2). Pelepasan dilakukan Kepala Perwakilan BI Sumbar M Abdul Majid Ikram di depan Gedung BI Muaro Padang.


Padang, Beritaone—Bank Indonesia Provinsi Sumbar menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,849 triliun untuk Lebaran 1447 Hijriyah. Jumlah ini meningkat 8,29 persen dibandingkan tahun 2025 yang hanya Rp2,63 triliun. Komposisinya, disalurkan melalui perbankan Rp2,570 triliun dan kas keliling atau layanan penukaran Rp278 miliar.

                                                                                                                                                  Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar M Abdul Majid Ikram mengatakan, peningkatan ini dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan permintaan uang tunai selama Ramadhan dan Idul Fitri.

“Ini juga untuk memenuhi tradisi manambang di Ranah Minang bagi anak-anak saat Lebaran. Tapi konsepnya penukaran uang tahun ini tidak hanya uang baru tapi juga uang layak edar. Walau tidak bau cetak yang penting nilai dan kondisinya layak. Uang tidak harus baru, yang penting nominalnya,” ujar Majid saat Kick Off Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026 di Kantor Memorabilia atau BI Muaro Padang, Kamis (19/2). Hadir OJK dan pimpinan perbankan di Sumbar. Acara dirangkai dengan pelepasan kas keliling ke 19 kabupaten kota di Sumbar dan penukaran uang kepada masyarakat di BI Muaro.

Majid mengatakan, untuk Serambi 2026 mengusung tiga fokus utama. Antara lain, penyediaan Uang Layak Edar (ULE) dalam jumlah cukup dan berkualitas. Kemudian, kampanye bangga menggunakan uang layak edar dan edukasi 3D dan 5J. Selain itu, penguatan penggunaan aplikasi PINTAR sebagai sarana pemesanan resmi layanan penukaran Rupiah. Ia juga mengajak masyarakat memberikan angpao pakai QRIS untuk memasyarakatkan digitalisasi transaksi.

Dikatakan,program Serambi merupakan upaya BI dalam melayani masyarakat sekaligus bentuk apresiasi kepada perbankan yang telah bersinergi mendistribusikan uang layak edar. Kolaborasi ini bertujuan agar Rupiah semakin bermakna dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. BI menjamin ketersediaan uang tunai dalam jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai kebutuhan. Layanan penukaran uang dibuka dengan batas maksimal Rp5,3 juta per orang, dengan pecahan mulai dari Rp1.000 hingga Rp50.000.  “Masyarakat yang melakukan penukaran juga berkesempatan memperoleh souvenir,” kata Majid.

Layanan penukaran dilaksanakan di lokasi strategis, seperi pasar dan sejumlah masjid. Kegiatan penukaran uang juga kolaborasi dengan mitra kerja seperti Bulog. Masyarakat yang menukarkan uang mendapat voucher untuk beli beras dan dapat hadiah 1 liter minyak goreng. Bila menukarkan uang pakai Qris dapat bonus cabai dan bawang.

Majid menambahkan, penukaran uang baru akan tersedia di total 100 titik cabang perbankan dengan total 415 kali kegiatan pelayanan selama periode Serambi 2026. Titik layanan penukaran uang, di antaranya: BI Muaro: 19 Februari  Masjid di Kota Padang: 2–12 Maret dan Masjid Raya Sumbar 9–13 Maret. Kemudian pasar tradisional se-Sumbar: 18 Februari–6 Maret. Selain itu, BI Sumbar juga berkolaborasi dengan perbankan di 19 kabupaten/kota untuk memperluas akses layanan penukaran. Setiap kegiatan menyediakan kuota 100 penukar per hari di masing-masing cabang.Langkah ini merupakan bentuk sinergi BI dan perbankan untuk memastikan kebutuhan uang Rupiah masyarakat dapat terpenuhi secara merata di seluruh wilayah Sumatera Barat.

Wajib Pesan melalui Aplikasi PINTAR

Majid mengatakan, seluruh pemesanan penukaran Rupiah wajib dilakukan melalui aplikasi resmi PINTAR di laman https://pintar.bi.go.id. Program SERAMBI 2026 memprioritaskan layanan penukaran uang pecahan besar ke pecahan kecil melalui sistem tersebut.

Sementara itu, layanan penukaran uang rusak, cacat, dan uang yang telah dicabut dari peredaran ditutup sementara selama periode Ramadhan dan Idul Fitri, dan akan kembali dibuka pada 26 Maret 2026.

“Kami berharap melalui Serambi 2026, masyarakat dapat memperoleh pelayanan terbaik sekaligus memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar hingga Hari Raya Idul Fitri,” harapnya. (yan)

 

Air Bersih: Seorang petugas sedang mengawasi proses pengolahan air bersih di IPA Gunungpangilun Padang, baru-baru ini. Saat pendistribusian air ke pelanggan hampir mencapai 100 persen pascabencana.

 

Padang, Beritaone—Dua bulan paascabencana Hidrometeorologi, pelayanan Perumda Air Minum Kota Padang sudah normal hampir mencapai 100 persen. Namun musim pascabanjir bandang terjadi pendangkalan sungai. Disebabkan sedimentasi dan kecilnya volume air dari hulu sungai. Sehingga air baku berkurang dibanding sebelumnya. Diperparah musim kemarau. Sejumlah intake debit airnya menyusut. Proses normalisasi sungai menggunakan alat berat menyebabkan air sungai keruh.

Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein mengatakan, intake yang terdampak kemarau yakni IPA Pegambiran, Paraku, Latung dan Lubukminturun.

“Sejak musim kemarau debit air sungai mengecil. Tapi karena ada turun hujan jadi dampaknya tidak terlalu signifikan kepada pelanggan,” ujarnya Jumat (11/2). 

Dia juga mengatakan, saat ini pelayanan sudah normal 99 persen lebih. Sisanya sekitar 0,3 persen yang belum teraliri air masih dibantu dengan air tangki. Antara lain di kawasan Sisingamangaraja, Asrama Gantiang, Pancasila dan Raya Kuranji.

Adhie juga mengatakan, bagi pelanggan yang belum teraliri air pascabencana, maka pembayaran tagihan digratiskan termasuk retribusi sampah. “Ini berlaku untuk tagihan bulan Januari pembayaran bulan Februari 2026,” ujarnya.

Pihaknya meminta pelanggan untuk bersabar dan progres recovery terus dikebut. Sejumlah intake terdampak banjir bandang sudah pulih dan beroperasi normal. Intake yang dioperasikan darurat terus dioptimalkan agar berfungsi seperti sediakala seperti sebelum bencana.

Selain itu pelanggan terus diimbau agar menyetok air di wabah yang besar untuk persediaan jika sewaktu-waktu air mati. “Hemat memakai air dan cadangkan air untuk persediaan jika air mati,” imbaunya.

Sementara itu, sejumlah pelanggan yang masih terdampak, berharap air mengalir normal kembali menjelang Ramadhan. Sehingga saat bulan puasa tidak direpotkan karena air bersih tidak tersedia. 

Sriyanti, salah satu penggan mengaku, air di rumahnya sejak bencana melanda sampai kini belum nyala. “Di tempat saya air belum mengalir sampai kini. Saya berharap bulan puasa pelayanan PDAM sudah pulih. Repot dan capek ngangkat air pakai ember dari mobil tangki. Apalagi bulan puasa nanti, gak kebayang deh,” ujarnya.

Pelanggan lainnya, Lia malah mengeluhkan air yang mengalir agak keruh. “Kok airnya masih keruh ya. Mudah-mudahan segera jernih lagi,” harapnya. (yan)

 

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal memberikan keterangan kepada wartawan baru-baru ini.

 

Padang,  Beritaone–Perumda Air Minum Kota Padang terus menunjukkan kepedulian kepada masyarakat. Pascabencana perusahaan daerah milik Pemko Padag tersebut menggratiskan air kepada pelanggan terdampak yang belum teraliri air untuk tagihan Januari 2026. Kemudian juga membantu masyarakat nonpelanggan dengan air tangki.

Selain itu Perumda AM juga membebaskan tagihan air bagi rumah ibadah sepanjang Januari hingga Desember 2026. Ini sebagai bentuk kepedulian sosial dan keagamaan kepada masyarakat di Kota Padang.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direksi Nomor 2 Tahun 2026. Program ini memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung aktivitas ibadah masyarakat Kota Padang.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal mengatakan, perusahaan tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

“Perumda AM hadir bukan sekadar penyedia air minum, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Kota Padang,” ujar Hendra Pebrizal Rabu, (11/2).

Ia menyebut, air memiliki peran penting dalam menunjang kebersihan dan kekhusyukan beribadah. Karena itu, perusahaan memandang dukungan terhadap rumah ibadah sebagai langkah strategis dan bernilai ibadah.

“Kami ingin membantu meringankan beban operasional rumah ibadah agar pengurus lebih fokus pada pelayanan dan pembinaan umat,” katanya.

Program pembebasan rekening berlaku bagi masjid, mushala gereja, vihara, pura, dan klenteng dengan pemakaian maksimal 250 meter kubik per bulan.

Perumda Air Minum Kota Padang juga memberikan pembebasan tagihan bagi mushala dengan batas pemakaian maksimal 200 meter kubik per bulan.

Hendra menjelaskan kebijakan ini tetap mengedepankan prinsip keadilan dan tanggung jawab penggunaan air.

“Apabila pemakaian melebihi batas maksimal, maka yang dibayarkan hanya kelebihan dari batas tersebut,” tegas Hendra Pebrizal.

 

Ia juga meminta rumah ibadah yang masih memiliki tunggakan atau berstatus nonaktif segera menyelesaikan kewajibannya agar dapat menikmati program ini.

“Rumah ibadah yang menunggak harus melunasi terlebih dahulu agar pembebasan rekening ini bisa diberlakukan,” tutup Hendra Pebrizal. (yan)

 
 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
IKLAN