Latest Post


 Sinergi: Kepala Perwakilan BI Sumbar M Abdul Majid Ikram bersama awak media usai diseminasi tentang upaya pengendalian harga besinergi dengan digitalisasi pembayaran selama Ramadhan 1447 Hijriyah di Kantor BI Sumbar Jalan Sudirman, Rabu (11/3). 

 

Padang, Beritaone--Perang Timur Tengah yang masih berkecamuk berdampak kepada kenaikan harga minyak dunia. Walau saat ini belum berpengaruh kepada harga minyak atau BBM di Indonesia namun tetap harus diwaspadai dan diantisipasi. Sebab pemerintah hanya menjamin stok BBM aman sampai Lebaran. Belum ada kepastian setelah Lebaran.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar M Abdul Majid Ikram mengatakan, bisa saja setelah Lebaran harga BBM naik atau tetap seperti saat ini. Karena sebagian BBM Indonesia juga diimpor dari Timur Tengah. Kalau harga minyak dunia naik tentu bakal terjadi penyesuaian harga BBM. Efeknya pengusaha juga akan mengkalkulasikan menaikkan harga barang dan jasa. Padahal harga BBM belum pasti naik.

“Ada tiga kemungkinan yang akan terjadi. Yakni harga minyak naik, tidak naik atau sama. Nah, ini akan diterjemahkan oleh pengusaha. Bahayanya di situ. Ini yang tidak diinginkan Bank Indonesia. Jika itu terjadi, inflasi akan meningkat,” ucapnya dalam acara diseminasi tentang upaya pengendalian harga yang besinergi dengan digitalisasi pembayaran selama Ramadhan 1447 Hijriyah di Kantor BI Sumbar Jalan Sudirman, Rabu (11/3).

Majid juga mengatakan, jika BBM naik akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Sumbar triwulan 1 yang ditargetkan sebesar 4 persen. Termasuk triwulan 2 nantinya.

Padahal Majid optimis ekonomi Sumbar tumbuh 4 persen di kuartal 1. Ini ditopang dari potensi perantau yang pulang kampung pada momen Lebaran tahun ini.

“Ratusan bahkan jutaan perantau mudik. Ini kesempatan kita meraih uang dari perantau yang pulang kampung. Minimal bawa uang Rp 500 ribu per orang maka jumlahnya sudah Rp 2,5 triliun. Dengan tambahan Rp 2,5 triliun plus konsumsi dari dalam bisa jadi Rp 5 triliun saya yakin akan naik," ujarnya.

Kemudian, lanjut Majid, salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Sumbar adalah CPO. " Harapan kami tidak ada problem permintaan CPO dari luar negeri terutama dari India, Pakistan, Banglades dan China," ujarnya.

Sementara untuk triwulan 2, kata Majid, belum bisa dipastikan. Sangat tergantung kepada kondisi geopolitik saat ini. Kalau perang berakhir dan jalur distribusi minyak dunia lancar bisa dipastikan tidak berpengaruh kepada harga BBM di dalam negeri dan di Sumbar sendiri. Karena pertumbuhan ekonomi Sumbar juga banyak dipengaruhi oleh transportasi darat.

Pengendalian Harga dan Digitalisasi saat Ramadhan

Majid mengatakan anomali saat Ramadhan harga bahan pangan naik padahal konsumsi turun karena siang hari umat muslim berpuasa. "Tapi karena mindset dari dulu kalau Ramadhan komsumsi lebih tinggi sehingga hargs barang naik. Nah ini harus diantisipasi. Kemarin kita sudah lakukan antisipasi. Harga naik tapi yang wajar," ujarnya.

Untuk menekan harga pasar agar tak naik tajam, BI Sumbar bersama Bulog dan pemerintah daerah merancang agar masyarakat tidak panik. Walau harga pasti naik tapi kenaikan masih wajar. Sehingga inflasi bisa negatif.

Memasuki Ramadhan, BI berkolaborasi dengan bulog menjual beras dengan harga terjangkau di Pasar Raya Padang. Selain membantu masyarakat juga memberikan pembelajaran kepada pedagang pasar agat tidak menaikkan harga terlalu tinggi. Tidak bermaksud mematikan pedagang karena beras yang dijual tidak banyak. Selanjutnya pada kegiatan pangan murah (GPM) selama Ramadhan kolaborasi dengan Bulog dan Pemko Padang menyasar 104 kelurahan di Kota Padang. Selain untuk pengendalian harga dan menekan inflasi sekaligus mendorong perluasan pembayaran digitalisasi melalui QRIS. Untuk menarik minat masyarakat, beli beras pakai QRIS dapat hadiah minyak goreng, bawan dan cabai merah.

Majid mengatakan, upaya pengendalian harga yang dilakukan menunjukkan hasil. Inflasi pada Februari 2026 tercatat 0,30 persen (month to month), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,68 persen pada periode yang sama. Pengendalian harga yang dilakukan sejak akhir tahun lalu turut berkontribusi terhadap deflasi pada Januari 2026, terutama dari komoditas cabai merah, bawang merah, dan beras.

Transaksi QRIS Meningkat Pesat

Sejalan dengan itu, perkembangan transaksi digital melalui QRIS di Sumbar menunjukkan tren positif. Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS tumbuh 109,60 persen secara tahunan, sementara nominal transaksi meningkat 77,38 persen.

Peningkatan tersebut didukung oleh bertambahnya jumlah pengguna dan merchant yang memanfaatkan sistem pembayaran digital tersebut. Januari 2026, jumlah pengguna QRIS di Sumatera Barat mencapai 977.803 pengguna, bertambah sekitar 8.094 pengguna dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini membuktikan semakin banyak masyarakat beralih ke transaksi QRIS.

Abdul Majid Ikram mengharapkan, pembayaran sistem nontunai seperti QRIS mendukung kelancaran transaksi masyarakattanpa repot membawa uang tunai ke mana-mana.

Bank Indonesia Sumbar bersama pemerintah daerah dan stakeholders terkait akan terus berkoordinasi dan kolaborasi untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong digitalisasi untuk memudahkan masyarakat selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.  (yan)

 

 

 


 Terima Paket: Warga semringah menerima paket Ramadhan dari UPZ Perumda AM Padang dan IZI Sumbar yang disalurkan 1 hingga 3 Maret 2026 di tiga wilayah terdampak bencana di Padang. 

 

Padang, Beritaone – UPZ Perumda Air Minum Kota Padang bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Cabang Sumatera Barat menyalurkan sebanyak 300 Paket Ramadhan kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Padang. Penyaluran dilaksanakan selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Maret 2026, di tiga kawasan yakni Batubusuak, Tabiang Banda Gadang dan Kuranji.

 

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Ramadhan yang bertujuan membantu masyarakat dhuafa, khususnya yang terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu. Bantuan paket Ramadhan berisi kebutuhan pokok untuk menunjang kebutuhan pangan keluarga selama bulan suci.

 

Di Kelurahan Tabiang Banda Gadang, bantuan disambut hangat oleh warga dan pihak kelurahan setempat. Rini Yuwira selaku perwakilan Kelurahan Tabiang Banda Gadang menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Alhamdulullah kami mewakili Kelurahan Tabiang Banda Gadang mengucapkan terima kasih banyak kepada IZI dan Perumda Air Minum Kota Padang telah menyalurkan bantuan paket Ramadhan kepada warga kami yang sebagian besar terdampak bencana banjir lalu. Semoga apa yang disalurkan menjadi ladang amal yang berlipat di sisi Allah, aamiin,” ucap Rini Yuwira.

Senada disampaikan Lurah Kuranji, Syafrizal.

“Terima kasih kami ucapkan kepada IZI dan Perumda Air Minum Kota Padang sudah menyampaikan bantuan paket Ramadhan ke kelurahan kami. Untuk penentuan penerima bantuan kami buat merata dari wilayah Kelurahan Kuranji dan yang paling membutuhkan. Semoga ini menjadi amal ibadah dan Pengurus IZI serta karyawan Perumda Air Minum Kota Padang diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah, aamiin,” ucapnya.

Salah satu penerima bantuan, Brahma Aditya Putra di kawasan Batubusuak menyampaikan rasa syukurnya..

“Terima kasih untuk Perumda Air Minum Kota Padang yang sudah memberikan bantuan berupa paket Ramadhan. Semoga menjadi amal untuk donator,” kata Brahma Aditya Putra.

RT 01 Batubusuak Emidawati juga mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih atas bantuannya dari Perumda Air Minum dan IZI. Semoga murah rezeki dan sehat selalu,” ujarnya.

Kepala Cabang IZI Sumatera Barat, Abdul Ghofur menyampaikan, kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga zakat dan UPZ dalam menyalurkan amanah donatur.

“Alhamdulillah, melalui Program Ramadhan Inisiatif Zakat Indonesia Sumatera Barat, kami dapat kembali menyalurkan amanah paket Ramadhan dari para donatur kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini donatur paket Ramadhan yaitu UPZ Perumda Air Minum Kota Padang. Kami juga mengajak bapak dan ibu untuk turut mendoakan donatur kita yang telah menyisihkan sebagian hartanya. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala berlipat ganda, melapangkan rezekinya, serta memberkahi harta dan keluarganya,” ajaknya.

Dengan tersalurkannya 300 Paket Ramadhan di tiga wilayah tersebut, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta menghadirkan kebahagiaan dan ketenangan dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan. Kolaborasi ini juga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh demi kesejahteraan umat. (yan)

 


 Sertifikat Halal: Wako Padang Fadly Amran  menerima sertifikasi halal Perumda AM Padang dari Kepala BPJPH Sumbar, Riau Kepri dan Jambi Ikrar Abdi didampingi Dirut Perumda AM Padang Hendra Pebrizal, Asistem II Setko Padang Didi Aryadi di Kantor Perumda AM Jalan Sawahan Kamis (5/3). 

 

Padang, Beritaone--Perumda Air Minum Kota Padang terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan kepada pelanggan. Saat ini Perumda AM Padang telah mengantongi sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI. Istimewanya, Perumda AM Padang adalah satu-satu PDAM di Sumatera yang telah mengantongi sertifikat halal.

Tak hanya itu, di bulan Ramadhan 1447 Hijriyah ini Perumda AM Padang terus meningkatkan pelayanan demi memuaskan pelanggan. Yakni, melaunching Call Center baru 1500030. Call Center ini nantinya bakal menjawab keluhan pelanggan terkait pelayanan air bersih di Kota Padang.

Wali Kota Padang yang juga Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumda AM Padang, Fadly Amran yang menerima langsung sertifikat halal dari Kepala BPJPH Sumbar, Riau Kepri dan Jambi Ikrar Abdi didampingi Dirut Perumda AM Padang Hendra Pebrizal Kamis (5/3) di kantor Pusat Perumda AM Jalan Sawahan Padang. Selain menerima sertifikat halal, launching call center baru juga dilakukan wako Padang.

Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal mengatakan, Perumda AM Padang menjadi PDAM satu-satunya di Sumatera yang telah mengantongi sertifikat halal di Indonesia.

“Kita satu-satunya PDAM di Sumatera yang baru mendapat sertifikat dan label halal untuk produk air minum. Ini sebuah capaian dan kebanggan serta bisa menjadi contoh bagi perusahaan sejenis,” ujar Hendra Pebrizal.

Ia menambahkan, sertifikat halal yang diperoleh sejalan dengan program pemerintah dalam menciptakan UMKM naik kelas dan halal.

Hendra menjelaskan, tidak mudah untuk bisa mendapat sertifikasi halal dari BPJPH. Setidaknya membutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk pengujian dan aspek lain dalam menentukan layak atau tidaknya memperoleh label halal.

“BPJPH melakukan pengecekan di 15 sumber air, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sertifikasi,” cetusnya.

Hendra Pebrizal menambahkan, Perumda AM Padang telah memiliki call enter 1500030 yang beroperasi selama hari kerja. Selain call center Perumda AM Padang juga punya aplikasi Kaba Aia uang terkoneksi dengan media sosial, sehingga petugas bisa menjawab keluhan pelanggan.

“Saat ini sekitar 80 persen pelanggan sudah membayar tagihan melalui e-commerce dan layanan online banknya yang bekerjasama. Artinya, hanya 20 persen pelanggan saja yang atang ke kantor untuk membayar tagihan air,” terang Hendra Pebrizal.

Terkait perkembangan pascabanjir bandang  beberapa bulan lalu,  Hendra menyebut, saat ini pelayanan Perumda AM Padang Suah 99,9 persen.

Meski begitu tercatat sekitar 141 yang belum mendapat suplai air. Sebagai bentuk tanggungjawab, Perumda AM Padang tetap menyuplai air minum melalui mobil tangki dengan sumber air dari IPA Palukahan dan IPA Sikayan.

Kepala BPJPH Sumbar, Riau Kepri dan Jambi Ikrar Abdi menjelaskan, jika BPJPH memfasilitasi pelaku UMKM dan usaha mikro kecil untuk mendapatkan sertifikat dan label halal.

“Air yang terbilang susah untuk menunjang produk halal, saat ini Kota Padang telah memilikinya. Untuk itu tidak ada alasan bagi pelaku UMKM untuk naik kelas, karena Perumda AM Padang telah menjamin kehalalan air bagi pelanggan dan masyarakat,” ungkapnya.

Wako Padang Fadly Amran mengapresiasi dua capaian yang sudah dilakukan Perumda AM Kota Padang. Wako mengatakan sertifikasi halal menunjukkan komitmen dari Perumda AM Padang untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

“Tentunya pelayanan ini berdampak kepada manfaat yang diperoleh masyarakat. Ketika air PDAM halal  berdampak juga kepada produk-produk makanan dan industri yang ada di Kota Padang. Sumatera Barat, khususnya Kota Padang harus menjadi garda terdepan, bagaimana sertifikasi halal ini menjadi brand. Apalagi Padang akan menjadi kota Gastronomi,” ujarnya.

Wako meminta kepada jajaran Perumda Air Minum Kota Padang untuk bisa menjawab keluhan masyarakat melalui call center yang baru. “ Kita minta kepada PDAM pelayanan ini harus premium karena ini berbayar,” ucapnya. (yan)

 

 


Dorong Inflasi: Cabai merah mendorong inflasi Sumbar pada bulan Februari 2026. Permintaan masyarakat meningkat sementara pasokan sedikit.


Padang, Beritaone--Realisasi Inflasi Sumatera Barat bulan Februari 2026 tercatat 0,3% (mtm) lebih rendah dibandingkan nasional yang sebesar 0,68% (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, M Abdul Majid Ikram mengatakan, lebih rendahnya realisasi inflasi Sumatera Barat didorong deflasi pada sejumlah komoditas khususnyacabai rawit, bawang merah, telur ayam ras, serta beras.

“Penurunan harga komoditas tersebut di atas ditopang oleh massifnya pelaksanaan serangkaian intervensi yang dilakukan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) bersama mitra terkait baik melalui operasi pasar maupun pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM),” ujarnya dalam siaran pers Selasa (3/3).

Meski demikian, lanjut Majid, realisasi inflasi bulan Februari ini lebih tinggi dibandingkan dengan bulan Januari yang mengalami deflasi 1,15% (mtm). Ia mengatakan, peningkatan inflasi Februari dipengaruhi penurunan produksi pangan ditengah peningkatan permintaan sejalan dengan momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bulan Ramadan, berlanjutnya kenaikan harga emas perhiasan, serta berakhirnya diskon tarif PAM di bulan Januari.

“Komoditas pangan utama yang mendorong kenaikan inflasi Februari adalahcabai merah, daging ayam ras, dan jengkol. Peningkatan harga cabai merah terjadi seiring denganpeningkatan permintaan ditengah penurunan pasokan,” ulasnya.

Komoditas cabai merah mengalami inflasi 14,54% (mtm), dipengaruhi penurunan produksi di daerah sentra khususnya di Pulau Jawa dan Lombok imbas tingginya intensitas hujan. Sementara itu harga daging ayam rasdan jengkol mengalami inflasi berturut-turut 2,70% (mtm) dan 23,67% (mtm).  Kenaikan inflasi pangan lebih tinggi tertahan oleh deflasi cabai rawit, bawang merah, kangkung, telur ayam ras, bayam, dan beras. Terjaganya pasokan cabai rawit, bawang merah dan telur ayam ras menjadi salah satu faktor penyebab relatif rendahnya  inflasi Sumbar dibandingkan nasional. Sementara deflasi beras didukung oleh serangkaian kegiatan TPID baik dalam rangka menjaga pasokan, operasi pasar, maupun mendorong diversifikasi konsumsi jenis beras oleh masyarakat.

Secara spasial, seluruh kabupaten/kota perhitungan IHK pada Februari 2026 mengalami inflasikecuali di Kabupaten Pasaman Barat. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Dharmasraya (0,85%; mtm) dan terendah di Kota Padang (0,32%;mtm). Sementara di Kota Bukittinggi terjadi inflasi (0,50%; mtm). Sebaliknya Kabupaten Pasaman Barat melanjutkan deflasi (0,13%; mtm) setelah sebelumnya mencatatkan deflasi dalam sebesar -1,84% (mtm).

Dengan kondisi tersebut di atas,inflasi Provinsi Sumatera Barat pada Februari meningkat secara tahunan. Pada bulan Februari 2026, inflasi Sumbartercatat 4,39% (yoy) meningkat dari bulan Januari yang sebesar 3,92% (yoy). Peningkatan inflasi tahunan bulan Februari dipengaruhi faktor low-base effectpenerapan diskon tarif listrik yang berlaku hingga Februari 2025. Secara tahunan tarif listrik mengalami kenaikan 96,51%  (yoy). Komoditas lainnya yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan bulan Februari diantaranya emas perhiasan (77,44%; yoy) , daging ayam ras (19,72%; yoy), beras (4,38%; yoy), dan mobil (8,41%; yoy).

“Ke depan, inflasi tahunan Sumatera Barat diperkirakan  akan terus menurun dan mencapai rentang target inflasi 2,5% + 1%. Selain dipengaruhi oleh berakhirnya faktor low base effect diskon tarif listrik, juga ditopang membaiknya pasokan seiring masa panen dan membaiknya jalur distribusi seiring progress perbaikan infrastruktur jalan,” ujar Majid.

 Meski demikian, sejumlah risiko masih perlu diperhatikan, antara lain peningkatan permintaan pangan strategis di masa Ramadan dan Idul Fitri, rigiditas konsumsi beras masyarakat, potensi aliran pasokan ke luar daerah akibat disparitas harga antarwilayah, berlanjutnya kenaikan harga emas perhiasan dan komoditas global, serta depresiasi nilai tukar rupiah sejalan dengan peningkatan tensi geo-politik global. Berkenaan dengan itu, sinergi pengendalian inflasi TPID akan terus dioptimalkan untuk menjaga inflasi Sumatera Barat tetap terkendali dalam rentang sasaran.

Untuk mendukung upaya pengendalian inflasi, KPwBI Sumbar bersama TPID Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui, Fasilitasi pertemuan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat (Bappenas, Kementerian Pertanian, dan Kementerian PUPR) dalam rangka akselerasi rekonstruksi sarana dan prasarana melalui Forum Dialog Ekonomi dan High Level Meeting (HLM) TPID.

Selain itu, pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis TPID sebagai tindak lanjut HLM TPID untuk menjaga stabilitas harga pascabencana serta persiapan periode Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Mengintensifikasi Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak awal tahun, terutama menjelang bulan puasa dan Idul Fitri. Penguatan Kerja Sama Antar Daerah berbasis neraca pangan provinsi serta pemenuhan pasokan dari luar daerah. Perluasan program Sekolah Lapang DAUN dan DAUN BANGKIT guna meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat hilirisasi pangan.

Kemudina, penguatan komunikasi kebijakan untuk mempengaruhi persepsi dan ekspektasi masyarakat, termasuk kampanye diversifikasi konsumsi beras guna meningkatkan efektivitas stabilisasi harga beras. (yan)

 

 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
IKLAN