Kering: Kondisi sungai Lubuk Minturun Rabu (24/12) sebulan pascabanjir bandang, air kecil dan keruh serta tebing tempat pemandian ada yang runtuh.
Lubuk Minturun, Beritaone—Banjir bandang yang terjadi akhir November lalu juga menghanyutkan objek pemandian Lubuk Minturun, Kecamatan Kototangah Padang.
Sebulan pascabanjir, Rabu (24/12) air sungai masih keruh dan kecil. Tebing sungai yang tergerus air dan meruntuhkan sejumlah kedai di objek pemandian tersebut masih terbengkalai.
Tak ada lagi terlihat air yang jernih di dalamnya menari-nari ikan-ikan garing. Payung-payung dilengkapi meja dan bangku kayu tempat kulineran yang didirikan di dalam air sungai.
Saat libur panjang Nataru, objek ini yang sedianya ramai dikunjungi keluarga sambil membawa anak mandi-mandi di air sungai yang bersih alami kini hilang tampa bekas.
Elisa, 45,salah seorang warga Padang mengaku tiap akhir libur membawa anaknya bermain di sungai Lubuk Minturun.
“Sayang ya, objek pemandian Lubuk Minturun hanyut. Sekarang tak berbentuk lagi tepi sungainya. Air sungai juga sangat keruh, kecil lagi,” ujarnya Kamis (25/12).
Elisa berharap jika cuaca sudah membaik pihak terkait kembali membenahi tebing sungai. Dipasangi beronjong sebagai pengaman agar tidak mudah tergerus arus air yang deras.
Ibu dua anak ini juga mengharapkan pemerintah mengusut penyebab banjir bandang. “Kalau karena penebangan liar harus dicari dan diusut tuntas pelakunya. Merusak hutan tanpa memikirkan akibatnya bagi masyarakat banyak. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.
Senada, Desi, warga lainnya berharap jelang masuknya bulan Ramadhan nanti, tepatnya di momen balimau, kondisi air sungai sudah mulai pulih dan jernih lagi. “Biasanya saat hari balimau di sungai Lubuk Minturun banyak masyarakat mandi-mandi,” ujarnya. Tapi kalau kondisi sungai seperti sekarang apalagi cuaca belum bersahabat sepertinya rawan juga main di sungai. “Takut juga kalau sedang asyik mandi-mandi tiba-tiba datang air bah, ih ngeri!” ujarnya. (yan)


Posting Komentar