Tinjau Lapangan: Wako Padang Fadly Amran bersama Dirut Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal dan anggota DPR RI Zigo Rolanda meninjau salah satu intake Perumda AM Padang yang terdampak banjir bandang, baru-baru ini.
Padang, Beritaone–Bencana hidrometeorologi juga berdampak kepada pelanggan PDAM di Kota Padang. Kerusakan Instalasi Pengolahan Air (IPA) menyebabkan terputusnya pasokan air bersih kepada pelanggan. Dua pekan pascabencana, distribusi air belum sepenuhnya berjalan normal. Butuh waktu yang cukup lama untuk pemulihan. Apalagi hujan kembali turun dan sungai meluap menyebabkan kembali terganggu operasional pengolahan air PDAM di sejumlah IPA.
Untuk meringankan beban masyarakat Kota Padang yang terdampak bencana hidrometeorologi, Pemko Padang memberikan pemotongan tarif air minum sebesar 50 persen bagi pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang.
Diskon 50 persen ini berlaku untuk tagihan Desember 2025 yang dibayar Januari 2026.
Hal itu disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, Senin (15/12).
Ia memastikan, keputusan tersebut telah resmi ditandatangani dan mulai diberlakukan bagi pelanggan Perumda AM Kota Padang.
“Ya, sudah ditandatangani. Kita berikan pemotongan tarif sebesar 50 persen bagi pelanggan Perumda AM Kota Padang,” ujar Fadly Amran.
Fadly menjelaskan, kebijakan pengurangan tarif ini merupakan bentuk komitmen Pemko Padang dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di tengah kondisi pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang berdampak pada layanan distribusi air bersih.
Menurutnya, ketika Perumda AM belum dapat melayani masyarakat secara optimal sesuai kapasitas normal, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memberikan kompensasi yang adil dan meringankan beban pelanggan.
“Di saat Perumda kita tidak bisa melayani masyarakat 100 persen sesuai kapasitasnya, maka kita pun memberikan kompensasi yang meringankan masyarakat,” tambahnya.
Fadly berharap pemotongan tarif ini dapat membantu meringankan beban masyarakat Kota Padang, terutama pelanggan Perumda AM yang masih dalam tahap pemulihan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi sebelumnya.
Kebijakan tersebut direspons positif sejumlah pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang. Dewi, salah seorang pelanggan Perumda AM Kota Padang yang berdomisili di Gurunlaweh menyambut baik kebijakan Pemko Padang tersebut.
Dewi mengatakan, distribusi air bersih di wilayahnya sempat terhenti selama beberapa hari pascabencana. Walau sudah mengalir kembali, namun pendistribusian air masih dilakukan secara bergilir.
“Air PDAM sudah mati beberapa hari. Kalaupun hidup masih bergilir. Jadi cukup fair kalau Pak Wali memberikan potongan tarif. Semoga PDAM segera bisa beroperasi normal lagi, apalagi sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan,” harapnya.
Pengurangan tarif sebesar 50 persen ini secara resmi tertuang dalam Keputusan Wali Kota Padang Nomor 817 Tahun 2025 tentang Pemberian Pengurangan Tarif Air Minum bagi Pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Akibat Banjir dan Longsor Tahun 2025.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang mengatakan, operasional IPA Perumda Air Minum Kota Padang sudah mencapai 80 persen.
Pihaknya terus mengebut recovery intake dan pipa yang hanyut oleh galodo. Pengerjaan pengerukan sedimen dilakukan dengan alat berat seperti di IPA Guo, Kampung Koto dan lainnya. “Mudah-mudahan cepat selesai dan air kembali mengalir lancar dan optimal kepada pelanggan,” harapnya. Ia juga mengatakan, cuaca yang masih turun hujan beberapa hari belakangan menjadi kendala percepatan pemulihan.(yan)


Posting Komentar