PDAM Padang Distribusikan 24.876 M3 Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Bencana


 Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang saat memberikan keterangan kepada wartawan.


Padang, Beritaone—Bencana tiada henti melanda. Habis kebanjiran, sekarang kekeringan. Jebolnya bendungan irigasi di Gunung Nago dan lainnya di Kota Padang berdampak kepada irigasi dan sumur resapan warga. Warga yang bergantung kepada air sumur galian beberapa hari terakhir mengalami krisis air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Warga terpaksa mengantre air tangki bantuan Perumda Air Minum Kota Padang dan pihak lainnya. 

 Sejak bencana, Perumda Air Minum Kota Padang telah mendistribusian  24.876,75 meter kubik air tangki kepada warga terdampak bencana. Semua air bersih tersebut bersumber dari produksi Perumda AM Kota Padang dan disalurkan ke pelanggan dan nonpelanggan.

Direktur Utama Perumda AM Kota Padang Hendra Pebrizal mengatakan, distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak bencana terus dilakukan sejak pascabencana hingga saat ini. Penyaluran dilakukan melalui mobil tangki milik Perumda AM dan mobil tangki dari berbagai instansi dan lembaga.

“Karena air bersih itu tanggung jawab kami, jadi kami harus memastikan seluruh warga kota tidak mengalami krisis air bersih di tengah krisis kekeringan sungai pascabencana,” ujarnya di Padang, Selasa (20/1).

Hendra menyebut, distribusi air bersih tetap dilanjutkan karena kondisi alam pascabencana mengalami perubahan signifikan. Sejumlah aliran sungai mengalami pendangkalan dan peralihan alur. Sumur resapan warga juga mengering, sehingga kebutuhan air bersih meningkat.

“Kondisi pascabencana menyebabkan beberapa sumber air terganggu. Namun, dua unit sumur bor Perumda AM masih berfungsi dan terus menyuplai air bersih hingga sekarang. Suplai juga sudah diperkuat dengan intake yang kembali berfungsi,” ujar Hendra Pebrizal.

Ia menjelaskan, distribusi air bersih dilakukan secara merata, baik kepada pelanggan terdampak maupun masyarakat nonpelanggan. Seluruh air yang disalurkan melalui mobil tangki berasal dari intake Palukahan dan Sikayan.

“Air bersih yang didistribusikan melalui mobil tangki instansi semuanya berasal dari air produksi Perumda AM Kota Padang yang diambil dari intake Palukahan dan Sikayan,” ujarnya.

Hendra mengungkapkan, per 15 Januari 2025, sejumlah instansi masih aktif membantu pendistribusian air bersih. Dukungan datang dari BPBD, BNPB, dan PMI yang mengerahkan mobil tangki untuk menjangkau wilayah terdampak.

“Bantuan mobil tangki dari BPBD, BNPB, dan PMI sangat membantu percepatan distribusi air bersih ke masyarakat,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, kondisi intake saat ini sudah berangsur membaik dengan sistem yang masih sementara.

“Kondisi sungai yang mulai mengering sudah kami atasi dengan menormalisasi aliran sungai agar air baku tetap masuk ke dalam intake,” ucapnya.

Direksi dan manajemen Perumda AM Kota Padang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus mendukung pendistribusian air bersih bagi warga Kota Padang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh lembaga, instansi, dan pihak yang hingga saat ini masih membantu pendistribusian air bersih untuk warga Kota Padang,” ujar Hendra Pebrizal. (yan)

Labels:

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
IKLAN