Targetkan 1 Bulan ke Depan Distribusi Air Bersih di Padang Pulih 100 Persen
HUT PDAM: Upacara bendera peringatan HUT ke-52 Perumda Air Minum Kota Padang, Selasa (30/12) di pelataran parkir kantor Pusat Perumda AM Jalan Sawahan Padang. Wako Padang Fadly Amran bertindak sebagai pembina upacara.
Peringatan HUT ke- 51 Perumda Air Minum Kota Padang pada 30 Desember 2025 agak berbeda dari biasanya. Sebelumnya, gelaran acara puncak meriah, namun Selasa (30/12) terkesan sederhana dan bersahaja. Pagi hari diadakan upacara bendera bertindak sebagai pembina upacara Wali Kota Padang, Fadly Amran. Dihadiri mitra dan relasi. Maklum masih dalam suasana bencana hidrometeorologi. Walau sudah sebulan lebih berlalu, namun dampak kepada ketersedian air bersih di Padang belum 100 persen pulih.
Apalagi banyak kerusakan dan kerugian yang dialami Perumda Air Minum Kota Padang. Di awal-awal bencana pelayanan lumpuh 90 persen lebih. Namun perlahan dan pasti berkat kerja keras dan dukungan berbagai pihak, kini pelayanan dan pendistribusian air bersih di Kota Padang sudah pulih 98 persen. Sisanya 2 persen akan tercapai dalam sebulan ke depan.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal mengatakan, sampai saat ini perbaikan intake terdampak banjir bandang terus dikebut. Pekerja dan karyawan dikerahkan semaksimal mungkin untuk mempercepat pemulihan SPAM.
“Masih ada intake kita yang beroperasi secara darurat dan tingkat kekeruhan air yang cukup tinggi, sehingga belum bisa memaksimalkan pengolahan dan pendistribusian air kepada semua pelanggan,” ujarnya usai pelaksanaan upacara bendera kemarin.
Hendra Pebrizal mengatakan, untuk pemulihan pascabencana dan penambahan kapasitas produksi, bantuan pemerintah sedang dalam proses.
“Mudah-mudahan dengan adanya perhatian dan bantuan pemerintah sebesar Rp308 miliar untuk tambahan kapasitas produksi 200 liter per detik. Lalu rencana rehab IPA Gunungpangilun kapasitas 500 liter per detik senilai Rp 500 miliar atau total sekitar Rp 800 miliar segera direalisasikan. Direncanakan Januari tender dan Mei 2026 dilaksanakan. Targetnya Desember 2027 selesai. Butuh waktu dua tahun. Kami berharap semua berjalan lancar tampa perubahan lagi dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, dampak bencana yang dialami Perumda Air Minum Kota Padang akibat banjir bandang bisa diambil hikmahnya.
“Tentu ada hikmah dari ujian tersebut. Saya berhrap PDAM bisa melihat langkah-langkah strategis apa yang bisa kita lakukan beberapa tahun ke depan. Terkhusus di pemerintahan kami dan Buya Maigus Nasir. Tentu kami menginginkan kejadian serupa bisa kita antisipasi. Matinya air di seluruh kota, tentunya ini secara berkala sudah dibenahi. Alhamdulillah 98 persen sudah dibenahi. Tapi ketika ini terjadi, siapa tahu setiap tahun bisa terjadi. Jadi kita harus mengantisipasi, seperti menambah SPAM seperti dijanjikan pemerintah pusat . Namun di luar itu langkah-langkah mitigasi lain harus kita lakukan. Ini yang saya titipkan kepada PDAM,” pesannya.
Selain itu kata wako, bekerja sama dengan seluruh stakeholders.
“Karena hari ini kita bersyukur banyak yang perhatian terhadap Kota Padang khusus penyediaan air. Ini tentu menjadi salah satu langkah ke depan karena tidak semua harus anggaran dari PDAM. Saya yakin tidak akan mencukupi jika terjadi bencana besar. Hari ini banyak sekali bantuan, dari Bank Nagari, Bank Mega dan lainnya. Kita ucapkan terima kasih. Jika terjadi lagi (bencana) perlu dirapatkan dengan mereka semua. Dengan stakeholders terkait tentang ketahanan air. Kalau terjadi lagi di tahun-tahun berikutnya kita sudah mempunya jaringan penyuplai air bersih,” ujarnya.
Pihaknya berharap ke depan tidak terjadi lagi pematian air dengan durasi yang panjang akibat bencana. “Saya berharap ini betul-betul menjadi catatan penting bagi PDAM. Jika terjadi bencana di tahun-tahun selanjutnya, apalagi dengan tambahan SPAM 700 liter per detik dari pemerintah pusat tidak ada lagi air mati sampai satu bulan. Kita berharap PDAM bisa melihat dan melirik apa yang bisa dilakukan. Sekali lagi kita berharap manfaatkan potensi yang ada, BUMN, perbankan, instansi, perusahaan, rekanan yang ada,” harapnya.
Wako berharap, kekeruhan air bisa diatasi dengan teknologi dan tidak berlarut-larut. Selain itu, wako juga berharap Perumda Air Minum Kota Padang berubah status menjadi Perseroda. Sehingga investasi dari luar dan kepemilikan bisa dikembangkan menjadi milik investor atau masyarakat yang ingin berinvestasi di Perumda Air Minum Kota Padang.
Pihaknya juga berterima kasih kepada Bank Nagari dan Bank Mega Syariah yang sudah mensupport habis-habisan Perumda Air Minum Kota Padang. (yan)




