Latest Post

Meluap: Kondisi salah satu intake PDAM Kota Padang saat hujan lebat Jumat (2/1). Air sungai keruh dan meluap sehingga tak bisa diolah untuk didistribusikan kapada pelanggan.

 

Beritaone, Padek—Hujan deras yang tiada henti sejak pagi hingga sore Jumat (2/1) kembali berdampak kepada operasional IPA Perumda Air Minum Kota Padang.

Air sungai yang sangat keruh, meluap lagi sehingga tidak bisa dilakukam pengolahan di sejumlah IPA. IPA terdampak antara lain IPA Palukahan, IPA Guo, IPA Latung, IPA Paraku dan IPA Gunungpangilun dan lainnya.

Humas Perumada Air Minum Kota Padang Adhie Zein mengatakan, debit air di sumber air  baku semakin membesar dan membawa material lumpur dan batu.

“Bahkan level air yang masuk ke kanal intake Kampung Koto dan Latung sudah sejajar dengan rumah pompa. Meski begitu pengerukan lumpur dengan alat berat di intake kampung Koto terus dilakukan meski dalam hujan deras,” ujarnya Jumat (2/1).

Pihaknya kembali meminta pengertian pelanggan karena distribusi air kembali terhenti ke sejumlah wilayah.

“Mohon maaf jika pengaliran air kembali terhenti. Semoga hujan segera mereda,” harapnya.

Pelanggan terdampak meliputi pusat kota, Kecamatan Kuranji, Kototangah dan Tabing, Padang Utara dan Nanggalo dan sekitarnya. (yan)

 


 


HUT PDAM: Upacara bendera peringatan HUT ke-52 Perumda Air Minum Kota Padang, Selasa (30/12) di pelataran parkir kantor Pusat Perumda AM Jalan Sawahan Padang. Wako Padang Fadly Amran bertindak sebagai pembina upacara.


Peringatan HUT ke- 51 Perumda Air Minum Kota Padang pada 30 Desember 2025 agak berbeda dari biasanya. Sebelumnya, gelaran acara puncak meriah, namun Selasa (30/12) terkesan sederhana dan bersahaja.  Pagi hari diadakan upacara bendera bertindak sebagai pembina upacara Wali Kota Padang, Fadly Amran. Dihadiri mitra dan relasi. Maklum masih dalam suasana bencana hidrometeorologi. Walau sudah sebulan lebih berlalu, namun dampak kepada ketersedian air bersih di Padang belum 100 persen pulih.

Apalagi banyak kerusakan dan kerugian yang dialami Perumda Air Minum Kota Padang. Di awal-awal bencana pelayanan lumpuh 90 persen lebih. Namun perlahan dan pasti berkat kerja keras dan dukungan berbagai pihak, kini pelayanan dan pendistribusian air bersih di Kota Padang sudah pulih 98 persen. Sisanya 2 persen akan tercapai dalam sebulan ke depan.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal mengatakan, sampai saat ini perbaikan intake terdampak banjir bandang terus dikebut. Pekerja dan karyawan dikerahkan semaksimal mungkin untuk mempercepat pemulihan SPAM. 

“Masih ada intake kita yang beroperasi secara darurat dan tingkat kekeruhan air yang cukup tinggi, sehingga belum bisa memaksimalkan pengolahan dan pendistribusian air kepada semua pelanggan,” ujarnya usai pelaksanaan upacara bendera kemarin.

Hendra Pebrizal mengatakan, untuk pemulihan pascabencana dan penambahan kapasitas produksi, bantuan pemerintah sedang dalam proses.

“Mudah-mudahan dengan adanya perhatian dan bantuan pemerintah sebesar Rp308 miliar untuk tambahan kapasitas produksi 200 liter per detik. Lalu rencana rehab IPA Gunungpangilun kapasitas 500 liter per detik senilai Rp 500 miliar  atau total sekitar Rp 800 miliar segera direalisasikan. Direncanakan Januari tender dan Mei 2026 dilaksanakan. Targetnya Desember 2027 selesai. Butuh waktu dua tahun. Kami berharap semua berjalan lancar tampa perubahan lagi dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, dampak bencana yang dialami Perumda Air Minum Kota Padang akibat banjir bandang bisa diambil hikmahnya.

 “Tentu ada hikmah dari ujian tersebut. Saya berhrap PDAM bisa melihat langkah-langkah strategis apa yang bisa kita lakukan beberapa tahun ke depan. Terkhusus di pemerintahan  kami dan Buya Maigus Nasir. Tentu kami menginginkan kejadian serupa bisa kita antisipasi. Matinya air di seluruh kota, tentunya ini secara berkala sudah dibenahi. Alhamdulillah 98 persen sudah dibenahi. Tapi ketika ini terjadi, siapa tahu setiap tahun bisa terjadi. Jadi kita harus mengantisipasi, seperti menambah SPAM seperti dijanjikan pemerintah pusat . Namun di luar itu langkah-langkah mitigasi lain harus kita lakukan. Ini yang saya titipkan kepada PDAM,” pesannya.

Selain itu kata wako, bekerja sama dengan seluruh stakeholders.

 “Karena hari ini kita bersyukur banyak yang perhatian terhadap Kota Padang  khusus penyediaan air. Ini tentu menjadi salah satu langkah ke depan karena tidak semua harus anggaran dari PDAM. Saya yakin tidak akan mencukupi jika terjadi bencana besar. Hari ini banyak sekali bantuan, dari Bank Nagari, Bank Mega dan lainnya. Kita ucapkan terima kasih. Jika terjadi lagi (bencana) perlu dirapatkan dengan mereka semua. Dengan stakeholders terkait tentang ketahanan air. Kalau terjadi lagi di tahun-tahun berikutnya kita sudah mempunya jaringan penyuplai air bersih,” ujarnya.

Pihaknya berharap ke depan tidak terjadi lagi pematian air dengan durasi yang panjang akibat bencana. “Saya berharap ini betul-betul menjadi catatan penting bagi PDAM. Jika terjadi bencana di tahun-tahun selanjutnya, apalagi dengan tambahan SPAM 700 liter per detik dari pemerintah pusat tidak ada lagi air mati sampai satu bulan. Kita berharap PDAM bisa melihat dan melirik apa yang bisa dilakukan. Sekali lagi kita berharap manfaatkan potensi yang ada, BUMN, perbankan, instansi, perusahaan, rekanan yang ada,” harapnya.

Wako berharap, kekeruhan air bisa diatasi dengan teknologi dan tidak berlarut-larut. Selain itu, wako juga berharap Perumda Air Minum Kota Padang berubah status menjadi Perseroda. Sehingga investasi dari luar dan kepemilikan bisa dikembangkan menjadi milik investor atau masyarakat yang ingin berinvestasi di Perumda Air Minum Kota Padang.

Pihaknya juga berterima kasih kepada Bank Nagari dan Bank Mega Syariah yang sudah mensupport habis-habisan Perumda Air Minum Kota Padang. (yan)

 

Kering: Kondisi sungai Lubuk Minturun Rabu (24/12) sebulan pascabanjir bandang, air kecil dan keruh serta tebing tempat pemandian ada yang runtuh. 


Lubuk Minturun, Beritaone—Banjir bandang yang terjadi akhir November lalu juga menghanyutkan objek pemandian Lubuk Minturun, Kecamatan Kototangah Padang.

Sebulan pascabanjir,  Rabu (24/12) air sungai masih keruh dan kecil. Tebing sungai  yang tergerus air dan meruntuhkan sejumlah kedai di objek pemandian tersebut masih terbengkalai.

Tak ada lagi terlihat air yang jernih di dalamnya menari-nari ikan-ikan garing. Payung-payung dilengkapi meja dan bangku kayu tempat kulineran yang didirikan di dalam air sungai.

Saat libur panjang Nataru, objek ini yang sedianya ramai dikunjungi keluarga sambil membawa anak mandi-mandi di air sungai yang bersih alami kini hilang tampa bekas.

Elisa, 45,salah seorang warga Padang  mengaku tiap akhir libur membawa anaknya bermain di sungai Lubuk Minturun.

“Sayang ya, objek pemandian Lubuk Minturun hanyut. Sekarang tak berbentuk lagi tepi sungainya. Air sungai juga sangat keruh, kecil lagi,” ujarnya Kamis (25/12).

Elisa berharap jika cuaca sudah membaik pihak terkait kembali membenahi tebing sungai. Dipasangi beronjong sebagai pengaman agar tidak mudah tergerus arus air yang deras.

Ibu dua anak ini juga mengharapkan pemerintah mengusut penyebab banjir bandang. “Kalau karena penebangan liar harus dicari dan diusut tuntas pelakunya. Merusak hutan tanpa memikirkan akibatnya bagi masyarakat banyak. Ini tidak  bisa dibiarkan,” ujarnya.

Senada, Desi, warga lainnya berharap jelang masuknya bulan Ramadhan nanti, tepatnya di momen balimau, kondisi air sungai sudah mulai pulih dan jernih lagi. “Biasanya saat hari balimau di sungai Lubuk Minturun banyak masyarakat mandi-mandi,” ujarnya.  Tapi kalau kondisi sungai seperti sekarang apalagi cuaca belum bersahabat sepertinya rawan juga main di sungai. “Takut juga kalau sedang asyik mandi-mandi tiba-tiba datang air bah, ih ngeri!” ujarnya. (yan)


 Pantau Lapangan: Anggota DPR RI Zigo Rolanda (kiri) didampingi Dirut Perumda AM Padang Hendra Pebrizal (dua dari kanan) mengunjungi IPA Palukahan Kamis (24/12). Humas Perumda AM Padang

 

Kototangah, BeritaoneHarapan masyarakat Kota Padang, khususnya di area utara, agar distribusi air Perumda Air Minum (AM) Kota Padang kembali lancar segera terwujud.

Hal ini menyusul rampungnya pemasangan kembali pipa yang hanyut dilanda banjir bandang di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palukahan.

Pipa tersebut berfungsi menyalurkan air baku dari sungai menuju Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perumda AM Kota Padang, yang sebelumnya terganggu akibat kerusakan intake Palukahan setelah diterjang banjir bandang. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan parah pada intake serta banyak pipa transmisi hanyut terbawa arus.

Perumda AM Kota Padang, dengan dukungan berbagai pihak, terus mempercepat proses pemulihan. Salah satunya melalui dukungan Anggota DPR RI, Zigo Rolanda, yang beberapa kali turun langsung ke lokasi untuk memantau dan memberi semangat kepada para pekerja serta karyawan Perumda AM Padang yang berjibaku di lapangan.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengatakan distribusi air bersih kembali normal, khususnya di wilayah Kototangah, Nanggalo, dan sebagian kawasan Padang Utara.

Alhamdulillah, telah dilakukan uji coba aliran air baku jalur satu pada penyambungan pipa DN 400 HDPE dan hasilnya berjalan lancar. Air mengalir kembali ke pelanggan,” ujar Hendra saat meninjau intake Palukahan bersama Anggota DPR RI Zigo Rolanda, Rabu (24/12).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung perkembangan penyambungan pipa transmisi air baku di intake Palukahan. Selain meninjau IPA Palukahan, rombongan juga mengunjungi IPA Taban guna memastikan proses pengolahan air berjalan normal.

Sementara itu, Anggota DPR RI Zigo Rolanda menyampaikan bahwa progres pemulihan infrastruktur air bersih berjalan dengan cepat. Ia memastikan sejak Rabu (24/12), air baku sudah dapat dialirkan ke sistem pengolahan dan didistribusikan kepada pelanggan di sejumlah wilayah.

Alhamdulillah, air sudah bisa dialirkan ke sistem pengolahan dan selanjutnya didistribusikan kepada pelanggan, terutama di kawasan Lubukbuaya dan sekitarnya, Suraugadang Nanggalo, Siteba, dan wilayah lainnya,” kata Zigo.

Dengan selesainya pemasangan pipa dan berfungsinya kembali intake Palukahan, Perumda AM Kota Padang berharap pelayanan air bersih kepada masyarakat terdampak banjir bandang dapat segera pulih secara bertahap dan normal kembali.

IPA Guo Off Lagi

Sementara itu, hujan yang mengguyur Kota Padang Kamis (25/12) menyebabkan debit air baku di intake Guo Kecamatan Kuranji Padang kembali besar. Sungai meluap dengan tingkat kekeruhan yang sangat tinggi sehingga intake dioffkan. Otomasis pengolahan air di IPA Guo terhenti sejak sore kemarin. Padahal IPA ini sudah normal kembali pascabanjir bandang akhir November lalu.         (yan)

 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
IKLAN