Perumda Air Minum Kota Padang Kebut Pemulihan Distribusi Air Bersih
Perbaikan: Pekerja terus mengebut perbaikan intake Perumda Air Minum Kota Padang yang terdampak bencana akhir November 2025 lalu.
Sawahan, Beritaone--Dua bulan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang, distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan terus dikebut normalisasinya oleh Perumda Air Minum Kota Padang. Berbagai upaya dilakukan untuk percepatan menormalkan distribusi air agar sampai merata ke rumah pelanggan.
Direktur Utama Perumda Air Minun Kota Padang Hendra Pebrizal menyebutkan, saat ini distribusi air telah mencapai 98 persen lebih. Meski begitu Hendra Pebrizal mengakui, masih ada kawasan yang belum teraliri secara maksimal, yakni kawasan Gaunung Nago di Kecamatan Pauh. “Ini disebabkan pipa belum bisa dipasang di lokasi. Jarak sungai yang sebelum banjir hanya 150 meter, namun pascabencana bentangan sungai telah mencapai 250 meter,” ujarnya, Kamis (29/1).
Namun Hendra memastikan terus memberikan suplai air bersih bagi pelanggan yang sampai saat ini belum mendapatkan distribusi air.
Untuk pelanggan dan nonpelanggan yang mengalami krisis air bersih, Perumda Air Minum Kota Padang mengerahkan mobil tangki.
“Untuk pelanggan yang belum hidup airnya dan nonpelanggan kami bantu dengan air tangki setiap harinya,” ujarnya.
Hendra Pebrizal juga mengatakan, salah satu intake yang terdampak banjir bandang adalah Intake Taban di kawasan Lubuk Minturun Kototangah. “Saat ini Perumda Air Minum Kota Padang tengah membangun kawat bronjong untuk mengamankan pompa sumber air kita,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, saat ini masih terdapat 5 intake yang masih dalam perbaikan, karena sebagian besar mengalami kerusakan berat. Meski demikian ia optimis layanan dan distribusi air bersih kepada pelanggan dan nonpelanggan dapat disalurkan kembali dalam waktu dekat. (rel)




