Warga Serbu Sembako Murah di Kelurahan Kubumarapalam Padang


 Murah: Warga membeli minyak goreng di pojok GPM Kantor Lurah Kubumarapalam, Padang, Selasa (3/3)

 

 

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah  (GPM) di Kelurahan Kubumarapalam Kecamatan Padang Timur Padang disambut antusias warga setempat. Apalagi ada bonus bawang merah. Pembelipun semringah. Sudahlah harga murah dapat pula bawang merah. Lumayan buat beberapa kali masak.

Selasa (3/3) pagi, cuaca Kota Padang terasa panas. Suasana puasa bikin lemas. Tapi tidak dengan warga yang antusias beli sembako murah di Kantor Lurah Kubumarapalam. Satu persatu warga berdatangan. Mereka menyerbu pojok GPM di depan kantor lurah di kawasan padat penduduk tersebut. Ada beras, minyak goreng, gula pasir, telur dan lainnya.

Harga yang ditawarkan di bawah harga pasar. Beras SPHP berat 5 kilogram hanya Rp 60 ribu, Minyakkita Rp 15 ribu per liter, gula pasir Rp 10 ribu per kilogram.Tak berapa lama stok di meja ludes diborong warga.

Rita, 45, salah satu warga Kubumarapalam membeli minyak goreng dan gula.

“Iya, lebih murah dari harga di pasar dan warung. Saya beli 2 liter minyak goreng dan 1 kg gula dan dapat bonus bawang merah kurang lebih seperempat kilogram,” ujarnya usai belanja dan bergegas pulang.

Irma, 28, warga lainnya beli beras dan telur. “ Kebetulan beras di rumah habis. Sekalian beli telur juga, eh ternyata ada bonusnya. Kalau sering-sering seperti ini jelas ibu-ibu senang. Apalagi menghadapi Lebaran banyak kebutuhan,” ucap ibu muda ini.

Transaksi di pojok GPM yang dilaksanakan petugas koperasi itu juga memakai QRIS. Pembayaran sistem nontunai dimasyarakatkan BI untuk memudahkan transaksi.

Berinovasi Tekan Inflasi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar M Abdul Majid Ikram meninjau pelaksanaan GPM di Kantor Lurah Kubumarapalam kemarin. GPM digelar di 104 keluharan di Kota Padang sejak akhir Februari lalu. Tak hanya kepala perwakilan BI Sumbar, juga ada Kepala Perum Bulog Sumbar R. Dharma Wijaya dan Wakil Walikota Padang Maigus Nasir disambut Asisten II Didi Aryadi, Camat Padang Timur Diko Eka Putra dan lurah setempat.

Camat Padang Timur Diko Eka Putra mengatakan, pelaksanaan GPM di daerah setempat juga memanfaatkan teknologi Live di TikTok dan bekerjasama dengan LPS. “LPS selain bertugas mengangkut sampah juga mempromosikan GMP ke warga. Untuk Live TikTok pembayaran bisa COD,” ungkapnya. Camat menyebut, inovasi itu agar bisa menjangkau masyarakat lebih luas untuk mendapatkan bahan pangan murah. Ia juga mengatakan, sebelumnya memesan 400 kilogram beras dan langsung habis karena ada yang pesan untuk paket Ramadhan.

Kepala BI Sumbar M Abdul Majid Ikram mengatakan, bagi kelurahan yang bisa menjual beras dan lainnya lebih banyak akan mendapatkan hadiah dari Bank Indonesia. “ Ada kompetisinya ya, siapa yang menjual lebih banyak ada hadiahnya, walau tak banyak. Ini untuk memotivasi saja. Kita juga melihat kreativitas pihak kelurahan menyalurkan sembako dengan harga terjangkau kepada masyarakat selama bulan Ramadhan ini,” ujarnya.

Majid juga berterimakasih kepada lurah setempat yang sudah menggunakan QRIS dalam bertransaksi selama GPM. “Transaksi dengan QRIS juga untuk menghindari pengembalian uang kecil yang kadang tidak pas. Sulit mencari uang logam pecahan kecil,” ujarnya.

Majid berharap GPM juga bisa dilaksanakan di daerah inflasi tinggi seperti Dharmasraya, Pasaman Barat dan Bukittinggi. Di mana kelompok komoditas yang mendorong inflasi selain beras, minyak goreng, gula, cabai dan bawang merah.

Alhamdulillah harga cabai merah dan bawang merah sudah cukup terjangkau di Kota Padang. Ini tentunya tidak terlepas dari upaya- upaya kita menggelontorkan pasokan di Kota Padang ini. Mudah mudahan inflasi juga terkendali di bulan Maret ini,” harapnya.

Majid mengatakan, GPM berkontribusi dalam menjaga inflasi tetap terkendali. Hal itu tercermin dari data Badan Pusat Statistik terkait inflasi bulanan di Sumbar yang tercatat 0,30 persen pada Februari, sedangkan khusus Kota Padang sebesar 0,32 persen.

Majid juga mendukung gagasan dana perantau dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi daerah. Misalnya uangnya ditarok di koperasi kelurahan lalu dibelikan sembako untuk dijual kepada masyarakat dengan harga terjangkau.

Kepala Perum Bulog Sumbar R. Dharma Wijaya menyebutkan antusiasme masyarakat terhadap GPM di Kota Padang cukup tinggi. Selama dua hari di awal Maret, beras terjual hampir 20 ton, minyak goreng sekitar 17 ribu liter, serta gula pasir mencapai 4,3 ton. “Saya optimistis kolaborasi lintas sektor akan membuat program ini berjalan semakin baik,” ucapnya.

Wawako Padang Maigus Nasir, menyebut GPM yang difasilitasi BI Sumbar dan Perum Bulog Sumbar menjadi solusi konkret bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Apalagi momentum Lebaran kerap memicu inflasi sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.

Menurutnya, GPM sangat membantu dalam menggerakkan perekonomian melalui penyediaan pangan murah. Selain menjaga harga tetap stabil, distribusi juga telah menjangkau 104 kelurahan agar masyarakat mudah memperoleh kebutuhan tanpa khawatir kekurangan stok.

“Lonjakan harga biasanya terjadi karena permintaan tinggi namun pasokan terbatas. Melalui kerja sama ini, BI memfasilitasi ongkos transportasi distribusi yang bisa menekan biaya tambahan sehingga tidak membebani konsumen,” ucapnya. (yan)

Labels:

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
IKLAN