Latest Post

Perbaiki pipa: Dua pekerja sedang menyambungkan pipa PDAM di IPA Palukahan Balaigadang Kecamatan Kototangan Padang yang rusak dihantam banjr bandang akhir November lalu.

 

Padang--Perumda Air Minum Kota Padang terus mengebut perbaikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang rusak dilanda  banjir bandang akhir November lalu. Salah satu infrastruktur IPA yang rusak parah adalah IPA Palukahan terletak di Balaigadang Kecamatan Kototangah Padang.  Kondisinya jalan menuju IPA longsor di beberapa titik, intake, pipa dan bangunan SPAM hanyut dan rusak. Sekitar 80 persen rusak.

Pascabencana, Perumda Air Minum Kota Padang terus berupaya melakukan perbaikan secara  bertahap.  Beberapa waktu belakangan akses ke SPAM sudah terbuka kembali. Tinggal lagi perb aikan intake, pemasangan pipa dan lainnya. Kemarin, bantuan pipa dari Kementerian PU sudah datang. Ada 260 batang pipa yang akan dipasang untuk recovery IPA yang terdampak.

Untuk melihat dari dekat progres perbaikan IPA Palukan, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, melakukan kunjungan Kamis (18/12). Kunjungan  ini untuk memastikan proses perbaikan infrastruktur air bersih berjalan sesuai rencana agar distribusi air ke masyarakat dapat segera kembali normal pasca-bencana.

Setelah melihat langsung kondisi di lokasi, Muharlion mengakui bahwa kerusakan yang dialami Intake Palukahan cukup masif. Infrastruktur penyokong utama sempat tertimbun sedimen pasir dan batu besar yang dibawa oleh arus banjir. Meskipun kondisi medan sangat sulit, progres pembersihan menunjukkan hasil yang signifikan dibandingkan saat awal bencana melanda.

Muharlion mengapresiasi seluruh karyawan Perumda Air Minum Kota Padang. Ia menyaksikan sendiri bagaimana para petugas di lapangan berjibaku tanpa lelah untuk membuka kembali jalur intake yang tersumbat. “PDAM sudah bekerja maksimal, hasilnya terlihat nyata di lapangan,” ujar Muharlion dari Fraksi PKS tersebut.

Pihak DPRD Kota Padang sangat memahami keluhan masyarakat terkait terhentinya aliran air sejak akhir November lalu. Oleh karena itu, Muharlion menekankan bahwa pemulihan layanan air bersih adalah prioritas utama.

Muharlion menargetkan perbaikan  Intake Palukahan dapat dirampungkan menjelang pergantian tahun. Sehingga masyarakat dapat mengawali tahun 2026 dengan ketersediaan air bersih yang normal lagi.

Senada, Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, yang turut hadir dalam peninjauan tersebut, menaruh harapan besar pada proses pengerjaan ini.

Politisi Gerindra ini juga memastikan bahwa DPRD akan terus melakukan fungsi pengawasan secara ketat. Hal ini penting mengingat layanan air bersih telah terhenti sejak 27 November lalu. Pihak legislatif berkomitmen untuk terus mensupport Perumda Air Minum Kota Padang. Baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran, guna memastikan kendala distribusi air akibat bencana alam dapat diatasi lebih cepat di masa mendatang.

Anggota DPRD lainnya, Helmi Moesim meyakini target akhir tahun sangat realistis, selama kondisi cuaca di hulu sungai tetap bersahabat. “Jika cuaca mendukung kami optimis perbaikan ini tuntas tepat waktu,” ujar Helmi.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran pimpinan dan anggota DPRD Padang ke lokasi. Menurutnya, kehadiran para wakil rakyat ini memberikan semangat bagi para karyawan yang sedang bertugas di lapangan.

Hendra Pebrizal juga optimisme distribusi air akan kembali lancar sebelum tahun 2025 berakhir. “Perumda Air Minum terus mengupayakan segala sumber daya yang dimiliki agar distribusi air ke kawasan Kototangah kembali pulih. Sinergi antara legislatif dan eksekutif ini diharapkan menjadi kunci utama percepatan penanganan infrastruktur publik di Kota Padang,” harapnya.

Hendra Pebrizal menyebut, intake Palukahan bisa memproduksi air sekitar 200 liter per detik. Saat ini secara darurat air sudah masuk ke kanal tinggal menyambung ke pipa saja.

Dikatakan,  IPA Palukan mensuplay air ke kawasan Kototangah, Kuranji, Nanggalo dan Padang Utara. “Masih ada 30 ribu pelanggan kami yang belum mendapatkan air bersih. Namun hari ini kami sudah mendistribusian 57 unit tedmond yang selalu diisi oleh mobil tangki yang ada 15 unit.  Mudah-mudahan bisa meringkan masyarakat pelanggan. Air yang didistribusikan gratis,” ujarnya.  

 Bantuan Pipa Sudah Datang

Kamis Kamis (18/12),  bantuan perpipaan dari Kementerian PU sampai di Padang. Penyerahan bantuan pipa ini dilakukan langsung oleh Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti  di IPA Palukahan.

Bantuan diterima Pemko Padang diwakili, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dan Ketua DPRD Kota Padang Muharlion bersama jajaran direksi Perumda AM Padang.

Diana mengatakan, Kementerian PU menyerahkan bantuan 260 batang pipa IPA dengan panjang 6 meter, untuk mengcover 1.560 m panjang jaringan Perumda AM.

“Ya, ada 260 pipa dengan total panjang lebih kurang 1,5 km. Semoga ini bisa mempercepat pemulihan penyaluran air bersih di Kota Padang,” ungkapnya.

Maigus Nasir menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian PU yang memberikan respons sangat cepat terhadap kebutuhan tanggap darurat di Kota Padang.

 “Kami sangat berterima kasih sekali. Karena salah satu kendala yang harus kami atasi saat ini adalah normalisasi penyaluran air bersih. Dengan adanya bantuan dari Kementerian PU ini Insya Allah Kota Padang bisa pulih lebih cepat lagi. Kami juga ingin berterima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian PU beserta balai-balai wilayah, yang terus mendampingi Kota Padang dalam masa tanggap darurat,” pungkas Maigus Nasir.

Pipa yang diserahkan Kementerian PU ini nantinya akan langsung dipergunakan untuk mengganti pipa IPA Perumda AM yang hanyut dan rusak ketika dilanda bencana banjir dan longsor lalu.  (yan)

 



 Tinjau Lapangan: Wako Padang Fadly Amran bersama Dirut Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal dan anggota DPR RI Zigo Rolanda meninjau salah satu intake Perumda AM Padang yang terdampak banjir bandang, baru-baru ini.

 

Padang, Beritaone–Bencana hidrometeorologi juga berdampak kepada pelanggan PDAM di Kota Padang. Kerusakan Instalasi Pengolahan Air (IPA) menyebabkan terputusnya pasokan air bersih kepada pelanggan. Dua pekan pascabencana, distribusi air belum sepenuhnya berjalan normal. Butuh waktu yang cukup lama untuk pemulihan. Apalagi hujan kembali turun dan sungai meluap menyebabkan kembali terganggu operasional pengolahan air PDAM di sejumlah IPA. 

Untuk meringankan beban masyarakat Kota Padang yang terdampak bencana hidrometeorologi, Pemko Padang memberikan pemotongan tarif air minum sebesar 50 persen bagi pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang.

Diskon 50 persen ini berlaku untuk tagihan Desember 2025 yang dibayar Januari 2026.

Hal itu disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, Senin (15/12).

Ia memastikan, keputusan tersebut telah resmi ditandatangani dan mulai diberlakukan bagi pelanggan Perumda AM Kota Padang.

“Ya, sudah ditandatangani. Kita berikan pemotongan tarif sebesar 50 persen bagi pelanggan Perumda AM Kota Padang,” ujar Fadly Amran.

Fadly menjelaskan, kebijakan pengurangan tarif ini merupakan bentuk komitmen Pemko Padang dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di tengah kondisi pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang berdampak pada layanan distribusi air bersih.

Menurutnya, ketika Perumda AM belum dapat melayani masyarakat secara optimal sesuai kapasitas normal, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memberikan kompensasi yang adil dan meringankan beban pelanggan.

“Di saat Perumda kita tidak bisa melayani masyarakat 100 persen sesuai kapasitasnya, maka kita pun memberikan kompensasi yang meringankan masyarakat,” tambahnya.

Fadly berharap pemotongan tarif ini dapat membantu meringankan beban masyarakat Kota Padang, terutama pelanggan Perumda AM yang masih dalam tahap pemulihan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi sebelumnya.

Kebijakan tersebut direspons positif sejumlah pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang. Dewi, salah seorang pelanggan Perumda AM Kota Padang yang berdomisili di Gurunlaweh menyambut baik kebijakan Pemko Padang tersebut.

Dewi mengatakan, distribusi air bersih di wilayahnya sempat terhenti selama beberapa hari pascabencana. Walau sudah mengalir kembali, namun pendistribusian air masih dilakukan secara bergilir.

“Air PDAM sudah mati beberapa hari. Kalaupun hidup masih bergilir. Jadi cukup fair kalau Pak Wali memberikan potongan tarif. Semoga PDAM segera bisa beroperasi normal lagi, apalagi sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan,” harapnya.

Pengurangan tarif sebesar 50 persen ini secara resmi tertuang dalam Keputusan Wali Kota Padang Nomor 817 Tahun 2025 tentang Pemberian Pengurangan Tarif Air Minum bagi Pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Akibat Banjir dan Longsor Tahun 2025.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang mengatakan, operasional IPA Perumda Air Minum Kota Padang sudah mencapai 80 persen.

Pihaknya terus mengebut recovery intake dan pipa yang hanyut oleh galodo. Pengerjaan pengerukan sedimen dilakukan dengan alat berat seperti di IPA Guo, Kampung Koto dan lainnya. “Mudah-mudahan cepat selesai dan air kembali mengalir lancar dan optimal kepada pelanggan,” harapnya. Ia juga mengatakan, cuaca yang masih turun hujan beberapa hari belakangan menjadi kendala percepatan pemulihan.(yan)

 


Turun: Pedagang cabai di salah satu pasar tradisional di Padang, Penuurunan harga cabai pada bulan November 2025 dorong deflasi Sumbar.


Padang, Beritaone—Penurunan harga cabai merah pada November 2025 mendorong deflasi Sumbar 0,24% (mtm). Turunnya harga cabai merah didukung peningkatan pasokan dari panen lokal Sumbar dan dari daerah penyangga lainnya. Di sisi lain, laju inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh peningkatan harga sejumlah komoditas pangan serta penguatan harga emas perhiasan.

Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar Mohammad Abdul Majid Ikram dalam siaran persnya, Selasa (2/12).

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatatkan deflasi 0,90% (mtm) dengan andil -0,30%. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penurunan harga cabai merah, jengkol, kentang, cabai hijau, dan cabai rawit. Harga cabai merah turun 9,96% (mtm) sejalan dengan peningkatan pasokan yang berasal dari panen lokal dan masuknya pasokan dari Sumatera Utara, Aceh, Jambi, dan Jawa,” ujarnya.

Harga jengkol turun seiring meningkatnya pasokan pascapanen dan merupakan bagian dari normalisasi setelah kenaikan harga pada Juni–Juli 2025. Sementara itu, turunnya harga kentang didukung oleh panen di sentra lokal. Di sisi lain, harga bawang merah meningkat 8,39% (mtm), dipengaruhi oleh peningkatan permintaan seiring upaya pemenuhan pasokan pada tingkat nasional. Harga bawang merah juga mengalami peningkatan seiring berlangsungnya periode tanam di daerah sentra yang berdampak pada berkurangnya pasokan ke pasar.

Dikatakana, deflasi lebih dalam tertahan oleh inflasi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,28% (mtm) dengan andil 0,02% yang masih didorong oleh peningkatan harga emas perhiasan sebesar 1,08% (mtm). Laju tersebut sejalan dengan pergerakan harga emas global yang melambat dibandingkan lonjakan pada bulan sebelumnya. “Perlambatan ini dipengaruhi oleh penguatan terbatas USD dan meredanya ketidakpastian kondisi perekonomian Amerika Serikat, tercermin dari indikator ekonomi yang lebih baik dari prakiraan,” jelasnya.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dan kelompok transportasi juga tercatat inflasi dengan andil masing-masing 0,02% terhadap inflasi November. Inflasi kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga didorong oleh berlanjutnya peningkatan harga sewa rumah. Sementara inflasi kelompok transportasi didorong oleh peningkatan harga mobil.

Secara spasial, lanjutnya, seluruh kabupaten/kota IHK di Sumatera Barat mengalami deflasi. Kabupaten Pasaman Barat mencatatkan deflasi terdalam sebesar -0,81% (mtm), Kabupaten Dharmasraya sebesar -0,49% (mtm), Kota Bukittinggi sebesar -0,46% (mtm), dan Kota Padang sebesar -0,02% (mtm). Deflasi di Kota Padang relatif terbatas meskipun harga cabai merah menurun seperti di daerah lain. Hal ini dipengaruhi oleh preferensi masyarakat yang lebih banyak mengonsumsi cabai Jawa yang kembali mengalami peningkatan harga pada November.

Secara kumulatif, perkembangan harga di Provinsi Sumatera Barat hingga November2025sebesar 3,62% (ytd), melampaui batas atas sasaran inflasi 2,5±1%.

“Untuk itu,Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Barat perlu terus melakukan penguatan strategi stabilisasi harga pangan khususnya pascabencana agar tetap terkendali. Dengan sinergi berbagai pihakyang terus diperkuat, TPID Sumatera Barat optimis program pengendalian inflasi panganakan berjalan efektif. Komitmen ini akan terus dijaga untuk memastikan inflasi Sumatera Barat tetapterkendali dalam rentang 2,5±1% (yoy) pada keseluruhan tahun 2025,” ucapnya. (bam)

Perbaiki IPA PDAM: Pekerja sedang melakukan perbaikan intake Guo Kuranji yang rusak diterjang banjir bandang pekan lalu. 


Padang, Beritaone--Perumda Air Minum Kota Padang terus mengebut perbaikan infrastruktur dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang rusak diterjang banjir bandang pekan lalu. Sejak Minggu (30/11) operasional sejumlah IPA beranngsur pulih. Sampai Selasa (2/12) dari 15 IPA yang rusak, sudah 12 IPA beroperasi kembali.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal mengatakan, pihaknya bekerja siang malam untuk percepatan perbaikan infrastruktur yang rusak dampak banjir bandang tersebut.

“Percepatan perbaikan layanan pada semua infrastruktur yang terdampak terus kami lakukan siang dan malam. Ini penting kami lakukan untuk memastikan pelanggan memperoleh akses air bersih yang cepat berkelanjutan pascabencana banjir pekan lalu,” ujarnya Selasa (2/12).

Sampai kemarin, masih ada tiga IPA yang belum beroperasi dan masih dalam tahap perbaikan. Tiga IPA tersebut yakni IPA Gio Kuranji, IPA Palukahan dan IPA Taban.

IPA Gio Kuranji kapasitas 80 liter per detik melayani Perumnas Belimbing, Gunungsariak, Balaibaru, Kompleks Taruko I, Taratakpaneh, Kalumbuk dan Kuranji.

“Seluruh area pelayanan IPA Guo Kuranji  belum bisa teraliri air bersih. Namun kami akan berupaya maksimal agar air mengalir kembali. Saat ini kami sedang mengupayakan menyambung pipa transmisi air baku dan membuat bendungan penangkap air sementara,” ujarnya.

Sementara IPA Palukahan kapasitas 100 liter per detik melayani Bypass Pulai, Anakaie, Kototangah, Lubukbuaya dan sebagian wilayah Ikurkoto.

Kondisinya bendungan dan intake rusak berat, tertimbun sediemen serta rumah jaga juga tertimbun lumpur. Selain itu kedua jalur pipa transmisi yang menyuplai air naku untuk spam Palukahan dan SPAM Taban putus masing-masing sepanjang lebih kurang 780 meter.

Sedangkan IPA Taban kapasitas 140 liter per detik melayani kawasan Sungailareh, Sungailaiang Balaisaru, Pilakuik, Gurunlaweh, Kalumbuk, Suraugadang, Siteba, Gunungsariak dan Balaigadang.Kondisinya sama dengan IPA Palukahan.

“Seluruh area pelayanan IPA Palukan dan IPA Taban belum bisa teraliri air bersih sampai batas waktu yang belum ditentukan, ” ucapnya.

Satu lagi, area pelayanan yang belum bisa dialiri air bersih adalah Kelurahan Kuranji. Distribusi air bersih di kawasan ini berasal dari IPA Jawagadut yang pendistribusian airnya melalui Jembatan Gunung Nago yang sudah hanyut terbawa arus sungai pekan lalu.

“Seluruh pelanggan yang terdampak pada area ini belum bisa kami layani hingga batas waktu yang belum dapat ditentikan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, Terima kasih telah setia bersama kami,” ucapnya.(yan)

 

Recovery: Pembukaan akses ke Intake Palukahan yang tertimbun longsor menggunakan alat berat Minggu (30/11).  

 

Padang, Beritaone—Sempat lumpuh total beberapa hari saat banjir melanda Kota Padang, distribusi air PDAM di Kota Padang mulai pulih Minggu (30/11). Pelanggan di sejumlah area kembali mendapatkan pasokan air bersih.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal mengatakan, berkat kerja keras tim teknis di lapangan, sejak Minggu sebanyak 3 SPAM telah kembali beroperasi dan mulai mendistribusikan air kepada pelanggan.

“Bencana banjir dan longsor yang melanda Kota Padang dalam beberapa hari terakhir, pelayanan air minum sempat mengalami gangguan akibat kerusakan pada sejumlah fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Mulai dari intake yang tertimbun sedimen, pipa transmisi yang hanyut, pompa terendam, hingga tingginya kekeruhan air baku yang menghambat proses pengolahan air. Tapi tim kami tiada henti bekerja keras siang malam untuk melakukan perbaikan. Alhamdulillah sudah mulai normal lagi,” ujarnya Minggu (30/11).

Hendra Pebrizal mengatakan, IPA atau SPAM yang sudah beroperasi kembali yakni, SPAM Gunung Pangilun, SPAM Paraku dan SPAM Latung, IPA Gambir, Ipa Bungus dan IPA Jagad.

Adapun sejumlah daerah yang telah kembali menerima distribusi air, di antaranya : Gunung Pangilun, Lapai, Jati (sebagian), Arai Pinang, Parak Laweh, Dadok Tunggul Hitam, serta Tabing, sesuai dengan sistem distribusi masing-masing.  Ipa Paraku 200 lps ditambah IPA Sikayan melayani area, Araipinang, Paraklaweh, Mata air, Cendana Mata Air, Jondul, Seberangpadang, Aurduri, Sutomo Marapalam, Simp Haru, Parakgadang, Pasarborong,psar batipuh  dan sekitarnya. Kemudian, IPA Latung  melayani kawaswan DPR Dadok, Maransi  Raya, Bypass Aiepacah , sebagian Seilareh, dan Gunungsarik dan  lainnya.Sementara itu, SPAM lainnya yang masih terdampak terus dalam tahap perbaikan, meliputi pembersihan sedimen pada intake, perbaikan pipa yang putus atau hanyut, normalisasi pompa, serta pemulihan kualitas air baku agar dapat kembali diolah secara optimal.

“Perumda Air Minum Kota Padang bersama Pemerintah Kota Padang terus melakukan penanganan langsung di lapangan secara bertahap dan berkelanjutan, guna mempercepat pemulihan layanan air bersih bagi seluruh masyarakat.Pemerintah Kota Padang mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian warga selama masa pemulihan ini,” harapnya.

Sementara itu, IPA Guo Kuranji kapasitas 80 liter per detik Minggu kemarin masih dalam tahap recovery karena ada pipa yang patah dan dihanyutkan arus sungai.

“Ada pipa yang putus dan hilang dihanyutkan banjir akan dipasang kembali untuk percepatan penyaluran air bersih kepada pelanggan,” ujarnya.

Selain itu dirut juga meninjau pembersihan titik longsor yang menutup jalan menuju Intake Palukahan sepanjang -+200 meter.
“Mohon doanya supaya cepat selesai dan pelayanan kembali normal,” harapnya. (yan)

 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
IKLAN