Perbaiki Pipa: Pekerja tengah berjibaku memperbaiki pipa yang bocor di Sungailareh Kecamatan Kototangah Padang, Sabtu (11/4).
Padang, Beritaone—Pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang diharap bersabar. Terutama pelanggan terdampak pematian air karena perbaikan pipa. Salah satunya pipa Lobang Jepang Sungailareh Kecamatan Kototangah Padang.
Humas Perumda Air Minum Kota Padang Adhie Zein mengatakan, proses perbaikan pipa sudah berlangsung dua hari. “Saat ini masih dalam proses normalisasi. Mohon maaf untuk pelanggan terdampak. Tim kami terus berusaha semaksimal mungkin agar aliran air normal kembali,” ujarnya Minggu (12/4).
Adhie mengatakan, pergeseran tanah pada bekas galian pekerjaan perbaikan menyebabkan sambungan pada pipa menjadi retak. Hal ini yang menyebabkan kebocoran kembali terjadi pada pipa DN 300 ACP di Jalan Raya Sungailareh depan Lobang Jepang. Ia mengatakan, pengerjaan perbaikan sudah dimulai Kamis (9/4) lalu dan sudah selesai Sabtu (11/4). Sampai Minggu (12/4) masih dalam tahap normalisasi. Sehingga air belum mengalir normal kepada pelanggan.
Sedangkan pelanggan terdampak meliputi, Sungailareh, Lolokasiak, Balaibaru, Kalumbuk, Suraugadang, Kompleks Gunung Juaro, Jalan Teknologi dan sebagian Siteba.
Ia berharap pelanggan yang belum teraliri air kembali untuk bersabar karena pascaperbaikan butuh waktu distribusi air kembali normal seperti sedia kala. “Kami harap pelanggan bersabar karena proses normalisasi butuh waktu,” ujarnya.
Sebelumnya juga terjadi kebocoran pipa di kawasan Bandarbuat. Sabtu (11/4) sudah perbaikan selesai. Setelah proses normalisasi air kembali mengalir lancar.
Adhie mengimbau kepada pelanggan agar senantiasa menyetok air dengan wadah yang besar sebagai cadangan. Bila sewaktu-waktu air mati tidak terkendala karena ketiadaan air bersih. Apalagi musim kemarau sekarang, intensitas hujan mulai berkurang sehingga debit air juga bakal berkurang. Dampaknya pasokan air baku juga akan berkurang sampai ke pelanggan.
Salah satu pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang di Suraugadang, Hendra mengatakan air mati sejak Kamis dan sampai Minggu siang belum juga hidup. “Kok lama sekali air mati ya?” ujarnya. Ia berharap proses normalisasi selesai dan air kembali hidup. (yan)


Posting Komentar