Kebun Melon Wakaf Produktif Ar Risalah dan Bank Indonesia Sumbar jadi Agroeduwisata


 

Panen Melon: Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi Keuangan Daerah BI Sumbar Lukman Hakim memetik melon hidroponik yang dibudidayakan Yayasan Wakaf Ar Risalah Lubuk Minturun Padang Kamis (9/4). 

 

Padang, Beritaone---Wakaf tidak selalu identik dengan program sosial. Tapi bisa dikembangkan menjadi ekonomi produktif. Program wakaf dalam rangka penguatan ekonomi syariah yang diinisiasi Yayasan Wakaf Ar Risalah dan disupport Bank Indonesia Sumbar berupa budidaya melon hidroponik sudah mulai panen. Budidaya melon memanfaatkan dana wakaf tersebut sudah mulai berkembang dan dinikmati hasilnya.

Ketua Badan Pengelola Wakaf (BPW)  Ar Risalah, H Arwim Al Ibrahimi mengatakan, budidaya melon hidroponik sudah dimulai sejak Agustus 2025 lalu. Penanaman tahap pertama di lahan seluas 800 M3- 1.000 M3 dengan kapasitas 3.000 batang. “Untuk tahap menyemaian , polinasi hingga panen melibatkan siswa kita untuk tujuan edukasi,” ujarnya saat menerima kunjungan Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi Keuangan Daerah BI Sumbar Lukman Hakim dan rombongan ke tempat budidaya melon hidroponik di lahan Yayasan Wakaf Ar Risalah Lubukmiturun Padang, Kamis (9/4).

Arwim mengatakan, melon yang panen saat ini adalah panen kedua untuk penanaman yang ketiga kali. Satu kali penanaman hasilnya tidak bagus karena pengaruh cuaca ekstrem akhir 2025 lalu. Panen perdana mencapai 800 buah melon.

Sementara untuk konsep pemasaran yakni agroeduwisata. “Wisata agro yang ada unsur edukasinya. Dengan memetik langsung buah melon di kebunnya menjadi pengalaman tersendiri bagi pengunjung,” ujarnya.

Kebun melon hidroponik tersebut terbuka untuk umum. “Insya Allah mulai besok, Jumat, Sabtu dan Ahad kita buka untuk umum. Kalau jumlahnya terbatas ada pendaftaran dulu,” ujarnya. Karena ini program wakaf,  maka ada diklaim manfaat wakafnya untuk pendidikan berupa beasiswa bagi siswa perguruan Ar Risalah dan kemanusiaan untuk Palestina. Karena berkolaborasi dengan Bank Indonesia, maka sistem pembayaran juga dilakukan dengan QRIS.

Ia mengatakan, melon yang dibudidayakan di tempat itu ada 4 jenis. Yakni The Blues, Golden Appolo, Golden Lavender  dan Sunny. Jenis melon premium yang dijual Rp 45 ribu per kilogram.

Sementara itu, Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi Keuangan Daerah BI Sumatera Barat Lukman Hakim mengatakan, Bank Indonesia turut serta dalam upaya mendorong peningkatan wakaf.

"Kami disamping mendorong ekonomi syariah, ekonomi bisnis, juga ekonomi sosial seperti ini sehingga bisa menggugah para wakif untuk berwakaf. Tidak hanya wakaf tunai yang digunakan secara konsumtif tapi bisa diupayakan secara produktif karena multiplier effectnya lebih luas,” ujarnya.

Dia berharap, budidaya melon yang sudah berhasil dikembangkan Ar Risalah, selain sebagai wisata agro, sarana edukasi juga akan berefek kepada lingkungan sekitar.

"Diharap upaya ini bisa direplikasi oleh banyak pihak untuk menghasilkan bahan pangan yang bervariasi, menyegarkan dan sehat," harapnya. (yan)

 

 

 

Labels:
This is the most recent post.
Posting Lama

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
IKLAN