SUSUT: Salah satu sungai di Padang menyusut airnya karena musim kemarau beberapa waktu lalu. Menyusutnya air sejumlah sungai menyebabkan terganggunya produksi air Perumda Air Minum Kota Padang.
Padang, Beritaone—Walau Kota Padang diguyur hujan dua hari terakhir, namun tidak cukup menambah debit air sejumlah sungai di Padang. Air sungai masih terlihat kecil. Dampaknya sumber air baku Perumda Air Minum Kota Padang jadi berkurang.
Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein mengatakan, karena debit air menyusut maka distribusi air ke pelanggan terpaksa bergiliran. “ Walau hujan tapi tidak di hulu sungai. Sehingga air sungai tidak bertambah. Air yang bisa diolah di IPA jauh berkurang,” ujarnya, Minggu (5/4) malam.
Adhie mengatakan, ada sejumlah IPA yang terdampak kemarau. Antara lain, IPA Guo Kuranji, IPA Gambir di Pagambiran Lubukbegalung dan IPA Bungus di Bungus Teluk Kabung. Sedangkan IPA lainnya termasuk IPA Gunungpangilun yang memasok air ke pusat kota masih relatif aman.
Namun pelanggan yang dialiri dari tiga IPA terdampak penurunan debit air sungai sudah mengalami air mati secara bergiliran. Ada yang hanya hidup malam hari atau siang hari saja.
Ia mengimbau kepada pelanggan yang airnya masih hidup dan saat dapat giliran hidup, menampung air yang cukup untuk cadangan. “Selalulah menyetok air di rumah untuk mengantisipasi saat air mati,” imbaunya.
Ganda, salah satu pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang yang berdomisili di Belimbing mengeluhkan air di rumahnya mati Minggu siang hingga habis Magrib.
“Sejak siang air mati, ndak tahu kenapa. Sampai malam masih belum juga hidup,” ujarnya. Ia berharap air segera mengalir lagi. Karena persediaan air di rumah sudah habis. “Mudah-mudahan segera mengalir lagi airnya,” harapnya.
Kalau tidak hidup juga terpaksa menampung air hujan yang turun sejak sore. Walau tidak begitu lebat tapi cukup lumayan untuk kebutuhan bersih-bersih di rumah. (yan)


Posting Komentar