Latest Post

Melimpah: Pembeli memilih cabai di Pasar Bandaaie Pasie Nantigo Padang, Minggu (5/4).

 

Padang, Beritaone—Dua minggu pascalebaran, harga ikan laut di pasar ikan di Kota Padang masih tinggi. Tidak turun-turun sejak sebelum bulan puasa lalu.

Tingginya harga ikan, kata, Bule, pedagang ikan di Pasar Pasie Nantigo Padang Minggu, karena cuaca tidak menentu. Walaupun nelayan melaut seperti biasa hasil tangkapan tidak banyak. Sehingga pasokan ikan di pasaran sedikit.

Ia menyebutkan, harga ikan saat ini berkisar Rp 40 ribu- Rp 45 ribu per kilogram. “Ikan tongkol dan gambolo Rp 40 ribu per kilogram. Masih sama dengan sepekan lalu, bahkan ada yang naik seperti ikan sisik atau tuna,” ujarnya.

Walau ikan agak mahal, namun pembeli tetap ramai. Ada yang beli ½ kg hingga 5 kg untuk stok sepekan.

“Saya beli ikan gambolo aceh dua kilogram untuk stok seminggu,”  ucap Leni, salah satu pembeli.

Kata, Leni, walau harga ikan agak mahal namun harga cabai dan bawang relatif terjangkau. Cabai berkisar Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. (yan)

 


 


Pasar Murah: Pojok Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Kubumarapalam Padang digelar BI Sumbar kolaborasi Pemko Padang dan Bulog Sumbar untuk pengendalian harga pada Ramadhan lalu.

 

Padang, Beritaone—Biasanya pada momen Idul Fitri lazim terjadi inflasi seiring meningkatnya permintaan masyarakat. Namun berbeda dengan Idul Fitri 1447 Hijriah ini. fnflasi Sumbar justru mengalami penurunan tajam. Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Barat pada Maret 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,04% (mtm). Menurun signifikan dibandingkan bulan sebelumnya serta lebih rendah dari inflasi nasional yang tercatat 0,41% (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar M Abdul Majid Ikram mengatakan, penurunan inflasi terutama dipengaruhi oleh efektivitas berbagai upaya pengendalian harga selama periode Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026.  “Upaya pengendalian harga yang dilakukan antara lain sidak pasar, operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berhasil menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi pangan strategis,” ucapnya dalam pres relis yang diterima Rabu (2/4). Dengan perkembangan tersebut, secara kumulatif Januari–Maret 2026 Sumatera Barat mencatat deflasi sebesar 0,82% (ytd) dan secara tahunan inflasi tercatat sebesar 3,37%, berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1% (yoy).

Majid menyebutkan, tekanan inflasi pada Maret 2026 terutama bersumber dari kelompok makanan, minuman dan tembakau. Hhususnya kenaikan harga daging ayam ras, jengkol, dan ikan tongkol seiring peningkatan permintaan masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Secara bulanan, daging ayam ras tercatat mengalami inflasi 3,35% (mtm), jengkol 22,24% (mtm), dan ikan tongkol 8,94% (mtm). Selain itu, penyesuaian harga BBM non-subsidi yang berlaku sejak 1 Maret 2026 turut memberikan tekanan inflasi, tercermin dari inflasi bensin sebesar 0,68% (mtm).

Namun demikian, lanjutnya, tekanan inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi pada sejumlah komoditas pangan utama seiring membaiknya pasokan dan distribusi. Harga cabai merah mengalami penurunan signifikan dengan deflasi -11,12% (mtm), disusul bawang merah sebesar -3,06% (mtm) dan beras sebesar -0,38% (mtm), didukung oleh optimalisasi operasi pasar, Gerakan Pasar Murah (GPM), serta pemenuhan pasokan melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD). “Selain itu, penurunan harga emas global dan implementasi diskon tarif angkutan udara selama periode HBKN mendorong deflasi pada emas perhiasan sebesar -5,91% (mtm) dan angkutan udara sebesar -9,92% (mtm). Inflasi juga tertahan oleh deflasi tomat sebesar -24,90% (mtm) seiring masuknya masa panen di sejumlah sentra produksi,” ujarnya.

Majid menambahkan, secara spasial, perkembangan harga antar kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat pada Maret 2026 cukup bervariasi. Inflasi bulanan tertinggi tercatat di Kabupaten Dharmasraya sebesar 0,44% (mtm), diikuti oleh Kota Bukittinggi yang mencatat inflasi sebesar 0,16% (mtm). Sebaliknya, Kota Padang dan Kabupaten Pasaman Barat mengalami deflasi masing-masing sebesar -0,02% (mtm) dan -0,05% (mtm), yang terutama dipengaruhi oleh penurunan harga emas perhiasan dan komoditas hortikultura seiring dengan normalisasi pasokan baik dari dalam maupun antarwilayah.

Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahunan Provinsi Sumatera Barat pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,37% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional dan kembali berada dalam rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy). Tekanan inflasi tahunan terutama bersumberpada low-base effect kenaikan harga emas perhiasan, daging ayam ras, dan beras, serta kenaikan harga mobil seiring pemberlakuan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), di tengah berlanjutnya tekanan depresiasi nilai tukar rupiah. Di sisi lain, inflasi tahunan tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai merah, kentang, dan bawang merah, sejalan dengan perbaikan pasokan.

Untuk mendukung upaya pengendalian inflasi, KPwBI Sumbar bersama TPID Provinsi Sumatera Barat akan terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui, fasilitasi pertemuan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dalam rangka akselerasi rekonstruksi pascabencana melalui Forum Dialog Ekonomi dan High Level Meeting (HLM) TPID, Rapat Koordinasi Teknis TPID dan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka menjaga stabilitas harga pascabencana, dntensifikasi Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan lainnya.

“Inflasi Sumatera Barat ke depan diperkirakan tetap terkendali dalam rentang sasaran inflasi nasional. Namun demikian, risiko inflasi masih perlu diwaspadai, khususnya yang bersumber dari ketidakpastian global, eskalasi tensi geopolitik yang berpotensi mendorong kenaikan harga energi dan emas, serta gangguan pasokan akibat cuaca ekstrem. Oleh karena itu, sinergi TPID akan terus diperkuat untuk menjaga inflasi Sumatera Barat tetap berada dalam rentang 2,5±1% (yoy) pada tahun 2026,” ujarnya (yan).

 

Wakil Walikota Padang Maigus Nasir menyampaikan sambutannya saat halal bihalal Perumda Air Minum Kota Padang Senin (30/3).


 

Padang, Beritaone—Lebaran momen yang tepat untuk mengeratkan silaturahmi dan bermaaf-maafan antarsesama. Perumda Air Minum Kota Padang menggelar acara halal bihalal bersama 250 karyawan di kantor pusat Jalan Sawahan Senin (30/3). Hadir Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, direksi dan dewas Perumda Air Minum Kota Padang.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal mengatakan, kegiatan yang digelar tiap tahun itu dimanfaatkan untuk saling bermaafan dan memperkuat silaturahmi antarkaryawan.

“Sebagai manusia kita tak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Jika kita berbuat dosa kepadan Allah kita mohon ampun. Jika kita melakukan kesalahan dan kelalaian kepada sesama manusia maka sudah selayaknya kita meminta maaf langsung kepadanya. Tentu saja maaf memaafkan tersebut tidak ditentukan waktunya. Lebih cepat minta maaf dan memaafkan tentu lebih baik,” ucapnya.

Hendra Pebrizal menyampaikan, betapa penting menjaga tali silaturahmi dengan sesama. Ini agar ukhuwah kita menjadi lebih erat. Menjaga silaturahmi dengan saudara memiliki manfaat dan pahala yang sangat banyak. Umat muslim yang menjaga hubungannya dengan saudaranya akan diluaskan rezekinya, dipanjangkan umur dan dekat dengan husnul khotimah. “Oleh karena itu marilah jadikan momen kita berkumpul pada acara halal bihalal hari ini sebagai momentum mempererat tali persausdaraan kita agar kiranya mendapatkan ridho dari Allah SWT,” ucapnya.

Sementara itu, Wawako Padang Maigus Nasir mengatakan, momen halal bihalal ini bukan sekadar rutinitas bersama, tapi pengingat bahwa kita adalah satu darah yang harus saling menguatkan.

“ Acara hari ini adalah wadah bagi kita semua untuk saling berjabat tangan, melepaskan segala khilaf dan kembali kepada fitrah yang suci,” ujarnya.

Maigus mengatakan, halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat muslim Indonesia yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan. Tradisi ini biasanya diadakan oleh sekelompok orang untuk mempererat hubungan social antaranggotanya,” ujarnya.Maigus mengatakan, umat Islam dianjurkan untuk saling memaafkan antarsesama yang telah berbuat salah kepada diri kita. Bahkan kesalahan yang dibuat nonmuslim sekalipun. “Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam sudah sepatutnya untuk berlapang dada, memaafkan kesalahan dan kekhilafan sesama terutama muslim dan muslimah yang telah diperbuat kepada kita, baik disengaja maupun tidak disengaja,” ujarnya. (yan)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
IKLAN