Sepi: Sesudut pasar konveksi di SPR Padang yang sepi pengunjung pekan lalu,
Beritaone, Padang—Susahnya mendapatkan uang di tengah ekonomi sulit juga dirasakan oleh pedagang pakaian jadi di Sentral Pasar Raya (SPR) Padang. Parahnya, terkadang berhari-hari tak ada yang membeli.
Hal itu dirasakan oleh Arnita, 50, penjual konveksi di SPR Padang. Kondisi tersebut sudah dirasakannya pascapandemi Covid-19 lalu. Orang belanja hanya kebutuhan pokok saja. Kalau beli baju paling jelang Lebaran dan anak masuk sekolah.
“Kalau hari-hari biasa, paling laku satu dua, pernah juga lima hari hanya terjual satu baju saja,” ujarnya Jumat (5/9).
Kondisi seperti itu menurutnya sudah biasa dialami pedagang konveksi. Saat sedang tak berjual beli, terpaksa makan modal dulu untuk biaya hidup sehari-hari. Ketika ramai, untung yang diperoleh ditabung. Mesti berhemat-hemat supaya modal tidak habis dan dapur tetap ngepul.
Menurut Arnita, kawan-kawannya sesama pedagang konveksi sudah banyak beralih ke usaha lain sejak pasar konveksi lesu. Namun sebagian tetap berrtahan karena tak tau mau usaha apa. Apalagi tidak punya modal untuk memulai usaha lagi.
Menurut dia, pengunjung SPR biasanya sudah tahu kalau barang-barang yang dijual di sana kualitasnya bagus dan koleksinya lengkap. “Umumnya barang didatangkan dari Jakarta dan Bandung. Kualitas dan modelnya bagus dan mengikuti tren. Harga juga terjangkau semua kalangan,” ujarnya.
Makanya, banyak kaum hawa yang berburu fashion di sana. Umumnya pegawai kantoran, mahasiswa hingga masyarakat biasa. Pada hari libur banyak pembeli berasal dari luar kota.
Arnita berharap, Pemko Padang bisa meramaikan lagi SPR dengan mengadakan iven-iven di Padang dan sekitar SPR. Sehingga banyak orang datang dan berbelanja. (yan)


Posting Komentar