Latest Post


 

Juara: Pemenang Kejurprov Wushu Indonesia tingkat Sumatera Barat di Gedung Olahraga Bela Diri kawasan GOR Haji Agus Salim, Kota Padang, Sabtu (22/9).

 

Padang – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Indonesia tingkat Sumatera Barat berlangsung meriah di Gedung Olahraga Bela Diri kawasan GOR Haji Agus Salim, Kota Padang, Sabtu (22/9).

 

Ajang yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bekerja sama dengan KONI Sumbar ini menjadi wadah bagi para atlet muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

 

Pada kejuaraan tersebut, atlet wushu Iqrar Permana Nusantara tampil gemilang dengan menyumbangkan medali emas di nomor Jurus Gun Shu B Putra. Sementara itu, Diva Nabila yang turun di nomor jurus Nan Gun Shu B Putri Wushu Taolu berhasil meraih medali perak untuk sasana HBT.


Tak berhenti di situ, Nabila Pratama juga sukses menambah koleksi medali dengan meraih perunggu di nomor Sanda Senior 48kg. Raihan tersebut terasa istimewa karena diperoleh meski kondisi kesehatannya tidak dalam keadaan prima. Namun berkat semangat juang, motivasi, serta dorongan dari tim pelatih, Diva tetap mampu mempersembahkan hasil terbaik.

 

Sasana HBT sendiri berada di bawah asuhan kak Yosi, kak Reza, serta dibantu oleh asisten pelatih Brigita Sanjaya, Dinda, dan Kennia. Mereka terus berupaya menempa kemampuan para atlet dengan disiplin, kerja keras, dan dukungan penuh baik di dalam maupun luar arena.

 

“Prestasi ini menjadi bukti kerja sama yang baik antara atlet dan pelatih. Kami ingin terus membimbing mereka agar lebih siap menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi di masa depan,” ujar salah seorang pelatih HBT.

 

 

Dengan capaian ini, tim pelatih berharap para atlet tidak cepat puas dan terus meningkatkan kemampuan. Kejurprov hanyalah awal dari perjalanan panjang, dan masih banyak kejuaraan yang menanti, baik di tingkat nasional maupun internasional.

 

“Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi atlet lain untuk berlatih lebih giat, serta menjadi pemicu lahirnya lebih banyak prestasi wushu dari Sumatera Barat di masa mendatang,” tutup sang pelatih. (rel)

 


 Murah: Warga membeli bahan pokok di salah satu stan di Pasar Murah Kelurahan Bungopasang, Rabu (17/9). Harga paling murah laris manis diborong warga. 


Daya beli kalangan menengah ke bawah masih lemah. Uang di kantong pas-pasan menyebabkan mereka harus irit belanja. Sedapat mungkin beli yang paling murah. Kalau harga mahal beli sedikit saja. Seperempat kilo saja. Kalau minyak goreng  cari kemasan paling kecil.

Pasar murah menjadi incaran kalangan ini untuk mendapatkan harga sembako murah. Untung-untung ada potongan harga atau gratis.

Nah, ketika aga gelaran pasar murah mereka pun berbondong-bondong ke sana. Bawa uang seadanya.

Nova, seoarang pengunjung pasar murah di Kelurahan Bungopasang Rabu (18/9) terlihat bingung. “Ndak ada minyak goreng kemasan 1 liter,” ucapnya.

Ia mengaku hanya bawa uang Rp 50 ribu.  Hanya cukup untuk beli telur sekarton Rp 46 ribu. Nova tertarik beli telur karena harganya lebih murah daripada di warung atau pasar. Telur lauk murah meriah yang ia masak tiap hari untuk suami dan anak-anaknya.

“Kalau punya uang banyak mungkin saya sudah borong beberapa bahan pokok. Tapi mau bagaimana lagi, uang itu yang tak ada,” ucapnya. Nova hanyalah seorang ibu rumah tangga, suaminya bekerja sebagai karyawan swasta yang gajinya hanya UMR.

Ia pun mencoba jualan kue-kue basah. Namun karena sering tidak habis akhirnya modal tandas. Nova rehat jualan. Ia berharap ada sembako gratis atau BLT dari pemerintah seperti dulu supaya bisa menambah uang belanja harian.  

Tak hanya Nova, Yayat, warga lainnya hanya mampu beli cemilan untuk anaknya dan sekarung beras SPHP. “Untung ada pembagian kupon jadi uang sisa belanja bisa beli jajanan untuk saya,” ucapnya. Yayat berharap sering-sering diadakan pasar murah dan banyak voucher. “Kalau bisa perbanyak vouchernya supaya kita semangat belanja di pasar murah,” ujarnya.

Maulana, penjual bahan pokok di pasar murah mengakui, umumnya pengunjung menincar barang yang murah. Misalnya beras SPHP ludes diborong warga ketimbang beras lokal yang selisih harga tak seberapa dengan harga pasar. Begitupun minyak goreng. Minyak Kita yang paling murah Rp 30 ribu per 2 liter cepat habis.  (yan)

 

Diminati: Pembeli menununggu pesanannya dikemas penjual empek-empek di pasar murah Lapngan Voli Kelurahan Bungopasang, Kototangah, Padang, Rabu (18/9). indra


Warga Padang yang ingin makan empek-empek asli palembang di Kota Padang selezat di daerah aslinya, jangan khawatir. Ada yang jual  di Padang. Bahan bakunya didatangkan langsung dari Palembang. Salah satu penjual, Empek-empek Anissa. Pembelinya selalu ramai karena ketagihan setelah mencobanya.   

Saat  Pasar Murah yang diadakan di Lapangan Voli RT 3 RW 1 Kelurahan Bungopasang, Kecamatan Kototangah, Padang, Sumbar Rabu (17/9), stan empek-empek nampak paling ramai. Warga mengerubuti meja persegi panjang penjual empek-empek. Penjualnya, Lilis, sibuk menggoreng empek-empek pesanan pembeli.

Pembeli bisa pilih jenis empek yang di jejer di meja. Beragam bentuknya. Ada yang bulat, lonjong, asimetris hingga pipih. Warnanya putih, warna empek-empek pada umumnya. Ada juga yang agak kecoklatan. Empek-empek umumnya terbuat dari ikan tenggiri, belida dan ikan berdaging putih lainnya. Ada juga dari ikan gabus, tuna, layer dan lainya.    

“Silakan pilih mau yang mana harga mulai Rp 2 ribu per buah,” ujar Lilis saat pengunjung mendekat untuk membeli sambil menunjuk empek-empek di nampan. Lilis memberikan piring plastik kepada pembeli.

Edrian, seorang pembeli pun mulai memilih dan memasukkan ke piring plastik satu persatu empek-empek. Lalu menyerahkan kepada Lilis untuk digoreng. Kurang dari lima menit empek-empek pun matang lalu dipotong-potong dan siram kuah cuko. “Lima belas ribu,” kata Lilis ketika Edrian bertanya harga. Soal harga tergantung banyak sedikit potongan empek-empek yang diinginkan pembeli. Paling mahal Rp 4 ribu per buah.

Pesanan pengunjung lainnya di kuali satu lagi juga sudah matang. Lilis sigap mengangkat dari minyak panas, memotong dan menyerahkan kepada pembeli. Kali ini kuah dan empek-empeknya dipisah karena untuk dibawa pulang oleh pembeli.

Lilis bercerita, ia berjualan selain di pasar murah dan bazar yang tergabung dalam binaan Dinas Perdagangan dan Dinas Koperai dan UKM Kota Padang juga di GOR H Agus Salim saat Car Free Day di hari Minggu. (yan)

 

 

Warga Kalumbuk Kuranji Padang membeli  beras dan gula Program Gerakan Pangan Murah Sabtu (13/9) lalu.
 

Warga Padang menyerbu bahan pangan murah yang digelar di Pasar Murah di beberapa titik di Padang. Ya, Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Murah yang digelar di sejumlah titik di Padang dan daerah di Sumbar mulai 12 September sampai 20 September 2025 mendatang disambut antusias warga. Betapa tidak, di tengah pelemahan daya beli dan lonjakan harga sejumlah bahan pokok, GPM hadir dan menawarkan harga murah. Mulai beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, bawang dan aneka sayuran.  

Kegiatan ini kolaborasi Bank Indoensia Sumbar bersama Pemda Sumbar bersama stakeholders terkait. GPM digelar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan strategis bagi masyarakat. Melalui GPM, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tidak hanya berupaya menekan laju inflasi daerah tapi juga meningkatkan akses dan ketersediaan pangan serta memperkuat kehadiran pemerintah dalam menjamin kesejahteraan warganya.

GPM sudah dimulai sejak Jumat-Sabtu (12-13/9) di seluruh kelurahan di Padang. Selain itu juga ada di Kantor dan Gudang Bulog di Padang setiap hari. Kemudian di Kota Padangpanjang, 15-16 September, di Pasaman Barat 15,17, 20 September, dan di Padang, Selasa (16/9)  di halaman Masjid Raya Ganting, Rabu (17/9) di Lapangan Voli RT 03/RW01 Bungopasang, Kamis (18/9) di Kelurahan Padangpasir.

Di Kota Padangpanjang, GPM selama dua hari Senin-Selasa (15-16/9) dipusatkan di halaman Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) kota setempat. Di sini tidak hanya menjual bahan pokok seperti beras, gula dan minyak goreng tapi juga cabai, bawang dan aneka sayuran. Di hari pertama Senin kemarin, antusias warga mendapatkan pangan murah sudah terlihat.

Sementara, GPM yang digelar di seluruh kelurhan di Kota Padang Jumat-Sabtu (12-13/9) disambut antusias masyarakat. Untuk Kelurahan Kalumbuk Kecamatan Kuranji Padang misalnya, dapat jatah 500 kg beras dan 50 kg gula pasir.

Menurut Lurah Kalumbuk, Afriyeni,  antusias masyarakat mendapat bahan pokok murah tersebut relatif tinggi. Bahkan terbilang kurang, karena stok sudah habis masyarakat masih banyak yang ingin membeli.

“Untuk Kelurahan Kalumbuk dapat jatah 500 kilohgram beras dan 50 kg gula pasir. Minyak goreng tidak ada,” ujarnya.

Kedua bahan pangan tersebut tidak dilakukan operasi pasar di kantor lurah tapi di rumah ketua RW. Ini untuk keamanan dan memudahkan masyarakat ingin membeli kapan saja. Kalau di kantor terbatas waktunya saat jam kerja saja. Selain itu waswas juga meninggalkan barang saat malam karena tak ada penjagaan.

“Kami menarok di rumah salah satu warga supaya aman dan bisa dibeli warga kapan saja. Alhamdulillah warga terbantu dengan adanya gerakan pangan murah ini. Untuk harga memang lebih murah dari harga pasar, beras Rp 62 ribu per 5 kilogram dan gula Rp 17.500 per kilogram,” ujarnya.

Linda, 45, salah satu warga Kalumbuk membeli gula dan beras merasa teringankan karena selisih harga cukup lumayan dibandingkan beli di kedai. “Kalau beli gula di warung harganya lebih mahal, ada yang jual Rp 19 ribu sekilo,” ujarnya.

Warga lainnya, Gusmeri,50, mengaku membeli karung beras. Ia berharap kegiatan seperti sering dilakukan supaya masyarakat bisa mendapatkan harga murah dalam membeli sembako. “Bagusnya juga dijual minyak goreng, telur, cabai dan bawang karena harganya sering naik,” ujarnya.

Sedangkan GPM yang digelar di tiga lokasi di Padang selain menyediakan beras, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, juga ada cabai merah, dimulai pukul 08.00 sampai siang. Selain penjualan bahan pokok, kegiatan ini juga melibatkan sekitar 30 pelaku UMKM lokal yang menawarkan produk makanan siap saji seperti gorengan, susu, serta berbagai makanan dan minuman olahan lainnya. (yan)

 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
IKLAN